Angka Kematian Di India Naik Sebesar 400 Ribu Orang

Angka Kematian Di India Naik Sebesar 400 Ribu Orang

Angka Kematian Di India Naik Sebesar 400 Ribu Orang – India lagi-lagi mencatat rekor yang menyuramkan, ketika otoritas kesehatan melaporkan angka mortalitas akibat COVID-19 mencapai 400 ribu kematian pada Jumat (2/7/2021). Setengah dari mereka meninggal saat India dilanda gelombang kedua pandemik dalam beberapa bulan terakhir.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) India mencatat jumlah kematian di India naik 1.258, termasuk 511 kematian yang dilaporkan dari negara bagian Maharashtra. Varian baru dari mutasi SARS-Cov-2 menjadi perhatian khusus di India. India tercatat sebagai negara kedua dengan infeksi virus terbanyak, yaitu 30.453.937 kasus positif. India berada di bawah Amerika Serikat (AS) dengan 34.560.764 kasus positif.

Jumlah kematian resmi India sekarang 395.751. Tetapi para ahli dan lembaga kesehatan global seperti WHO meyakini jumlah korban jiwa mungkin jauh lebih tinggi. Dari 35,51 juta orang terinfeksi, 29,25 juta telah pulih. Sementara itu, Dikutip dari download aplikasi idnpoker India menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan kematian tertinggi, yaitu 400.271 kasus. Pada peringkat pertama diduduki oleh AS dengan 620.645 kasus dan Brasil 520.189 kasus.

1. India catatkan 100 ribu kematian dalam 39 hari
India Catat Rekor Baru! 400 Ribu Orang Meninggal akibat COVID-19Pasien terkena penyakit virus korona (COVID-19) mendapatkan perawatan di bangsal kecelakaan di rumah sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Kamis (15/4/2021).

Dalam 24 jam terakhir, India mencatatkan 853 kasus kematian. Angka itu menjadikan India menambah 100 ribu kasus kematian dalam 39 hari terakhir.

Kendati begitu, para ahli kesehatan tidak yakin dengan angka resmi yang dilaporkan pemerintah. Mereka memperkirakan angka kematian imbas virus corona di India mencapai satu juta orang, namun banyak yang tidak tercatat karena lemahnya sistem tracing.

“Penghitungan kematian yang rendah adalah sesuatu yang telah terjadi di seluruh negara bagian, sebagian besar karena kelambatan dalam sistem, jadi itu berarti kita tidak akan pernah tahu berapa banyak orang yang meninggal dalam gelombang kedua ini,” kata professor di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Rajagiri, Rijo M John, dikutip dari Reuters.

2. Fasilitas kesehatan India lumpuh ketika gelombang kedua
India Catat Rekor Baru! 400 Ribu Orang Meninggal akibat COVID-19Pemandangan kuburan pasir dangkal manusia, beberapa diduga meninggal akibat terinfeksi virus corona (COVID-19), di tepian Sungai Gangga di Phaphamau, pinggir kota Prayagraj, India, Jumat (21/5/2021)

Gelombang kedua pandemik menyebabkan kelumpuhan fasilitas kesehatan. Di samping itu, krematorium dipaksa bekerja selama 24 jam tanpa henti.

Puluhan mayat hanyut juga ditemukan di sepanjang sungai Gangga, India utara pada bulan Mei, ketika orang-orang berjuang untuk mengimbangi kematian dan kremasi.

Bulan lalu, Bihar yang merupakan salah satu negara bagian termiskin di India, merevisi total angka kematian akibat COVID-19 menjadi 9.429 dari 5.424, setelah ada perintah dari pengadilan setempat.

India mencatat total 200.000 kematian pada akhir April, tetapi hanya butuh 28 hari untuk mencapai 300.000 kematian.

3. Mutasi virus jadi ancaman penanganan pandemik di India
India Catat Rekor Baru! 400 Ribu Orang Meninggal akibat COVID-19Kerabat berduka ketika mereka duduk di sebelah tubuh orang yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021).

Varian delta, mutasi virus corona yang pertama kali ditemukan di India, diduga menjadi salah satu faktor lonjakan kasus, tentunya selain ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Hal yang lebih meresahkan adalah varian itu telah menyebar ke berbagai negara. Varian delta memiliki kemampuan menular lebih tinggi hingga 60 persen dari virus corona umumnya.

Sejumlah negara yang sempat mendeklarasikan “kemenangan” atas pandemik terpaksa menerapkan lockdown dan memperketat protokol kesehatan, termasuk Israel.

Secara umum, grafik kasus di India menunjukkan penurunan sejak Mei. Tetapi, pejabat dan para ahli memperingatkan ancaman gelombang ketiga, karena kemunculan varian baru delta plus dan lambatnya kampanye vaksinasi nasional.