Anies Memaparkan Data Pemakaman Dengan Protokol COVID-19

Anies Memaparkan Data Pemakaman Dengan Protokol COVID-19

Anies Memaparkan Data Pemakaman Dengan Protokol COVID-19 – Menurut data Satgas Penanganan Covid-19, sekitar 5-19 persen lansia yang terkena Covid-19 dinyatakan meninggal dunia. Hal itu disebabkan karena tingginya komorbid atau penyakit bawaan pada lansia, serta imunitas yang semakin menurun seiring bertambahnya usia.

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Terus Naik, Satgas Imbau Masyarakat Lindungi Lansia. Adapun lima provinsi di Pulau Jawa mencatatkan angka kematian pasien Covid-19 tertinggi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan grafik rekapitulasi pemakaman dengan protokol COVID-19 yang terjadi di Jakarta.

Beberapa hari terakhir, jumlahnya tercatat meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan pada awal bulan Mei 2021. Anies memaparkan data download apk open card idn pemakaman dengan protokol COVID-19 ini dihimpun pada 1 Mei-3 Juli 2021.

1. Angka tertinggi ada 392 pemakaman dalam sehari

Tercatat pada 1 Mei 2021, angka pemakaman dengan protokol COVID-19 berada di angka 26 pemakaman. Kemudian, angka tersebut kian meningkat hingga tertinggi di 30 Mei 2021, sebanyak 32 proses pemakaman.

Anies dalam kesempatan terpisah mengakui angka pemakaman semakin meningkat pada Juni ke Juli 2021. Pada 3 Juli 2021, angka tertinggi adalah 392 pemakaman dengan protokol COVID-19 dalam satu hari.

“Saya berikan ilustrasi, tanggal 1 Juni 16-an (pemakaman), di bawah 20, di minggu pertama. Dan satu minggu terakhir di atas 250, 304, 301, 362, 392,” ujar Anies pada Minggu (4/7/2021).

2. Peningkatan pemakaman adalah tanda bahaya
Anies Ungkap Data Pemakaman COVID-19 Jakarta yang Naik 10 Kali Lipat

Anies berharap angka pelayanan pemakaman di Jakarta selama sepekan bisa semakin menurun. Karena, menurutnya hal tersebut bukan sekadar angka, namun manusia yang meninggal.

“Ini adalah orang-orang yang dua minggu sebelumnya masih sehat. Ini adalah ayah kita, ibu kita, kaka kita karena itu di rumah lah demi keselamatan,” ujar dia.

Anies menjelaskan penambahan pemakaman COVID-19 adalah sebuah tanda bahaya bagi semuanya. Sebab, jumlah kematian di Jakarta sudah meningkat amat tinggi.

3. Perkembangan kasus COVID-19 di DKI Jakarta
Anies Ungkap Data Pemakaman COVID-19 Jakarta yang Naik 10 Kali Lipat

Hingga, Minggu (4/7/2021), kasus COVID-19 di Jakarta ada sebanyak 580.595 kasus. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 484.949 dengan tingkat kesembuhan 83,5 persen.

Sedangkan, total ada 8.652 orang meninggal dunia atau tingkat kematian 1,5 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.

Persentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi hal tersebut epidemiolog UGM, dr. Riris Andono Ahmad, M.P.H., Ph.D,  menyampaikan pemerintah perlu melakukan evaluasi manajemen pengendalian pandemi terutama terhadap kasus kematian akibat Covid-19 di tanah air.

Melalui evaluasi tersebut diharapkan dapat segera diketahui faktor mana saja yang berkontribusi besar terhadap angka kematian akibat Covid-19. Selanjutnya dapat dilakukan perbaikan secara efektif terhadap faktor penyumbang penyebab kematian akibat Covid-19.