AS Merupakan Penentu dalam Konflik Palestina-Israel Saat Ini

AS Merupakan Penentu dalam Konflik Palestina-Israel Saat Ini

AS Merupakan Penentu dalam Konflik Palestina-Israel Saat Ini – Hubungan Israel-Amerika Serikat mengacu pada hubungan bilateral antara Israel dan Amerika Serikat . Sejak 1960-an, Amerika Serikat telah menjadi pendukung Israel yang sangat kuat. Ini telah memainkan peran kunci dalam mempromosikan hubungan baik antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya, yaitu Yordania , Lebanon , dan Mesir.

Bersama dengan beberapa lainnya dalam Persetujuan Abraham 2020 , sementara juga menahan permusuhan dari negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Suriah dan Iran. Hubungan dengan Israel adalah faktor yang sangat penting dalam  pemerintahan ASkebijakan luar negeri secara keseluruhan di Timur Tengah , dan Kongres juga sangat mementingkan pemeliharaan hubungan yang dekat dan mendukung. Sudah menjadi rahasia umum bagi dunia bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel memiliki hubungan yang dekat.

Hal tersebut terlihat dari campur tangan Amerika selama ini, dalam mendukung kemerdekaan Israel. Hal itu semakin terlihat saat Amerika Daftar IDN Poker dipimpin oleh Donald Trump, yang bahkan mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Meski kebijakan Trump itu telah menjadi kecaman dunia internasional, belum ada tanda-tanda bahwa AS akan mengubah arah kebijakannya dalam menyikapi konflik Israel-Palestina.

1. Pengaruh politik Amerika di Timur Tengah
5 Pijakan Politik AS di Timur Tengah hingga Selalu Setia Dukung Israel

Duta Besar Indonesia di Lebanon, Hajriyanto Y Thohari menyebut ada lima landasan berpijak politik Amerika Serikat di Timur Tengah. “Itu platform politik Amerika di Timur Tengah, khususnya di Arab, lebih khusus lagi di Israel dan Palestina.” Dia menyebut landasan pertama adalah terjaminnya akses Amerika Serikat terhadap minyak.

Kedua, perlindungan terhadap keamanan Israel. Lalu, perlindungan kepada rezim-rezim Arab yang menjadi aliansi utama AS. Tak hanya itu, landasan lainnya adalah soal terjaminnya pangkalan militer Amerika di Timur Tengah. Lalu yang terakhir adalah pencegahan dan pemberantasan terhadap terorisme Islam. “Ini merupakan tambahan pascaterjadinya tragedi 9/11,” imbunya.

2. Siapa pun pemimpinnya, 5 hal itu tetap jadi landasan kebijakan politik AS
5 Pijakan Politik AS di Timur Tengah hingga Selalu Setia Dukung Israel

Kelima landasan tersebut, menurut Hajriyanto, tidak bisa bergeser dan merupakan satu kesatuan. Siapa pun presiden yang menjabat di AS, kebijakannya tidak ada bergeser dari landasan tersebut.”Yang membedakan hanya dinyatakan secara eksplisit atau tidak. Dalam hal ini Presiden Trump sangat eksplisit,” tuturnya.

Sebelum berdirinya Israel, kata dia, Amerika adalah sahabat negara-negara Arab. Amerika dahulu pendukung kemerdekaan negara-negara Arab dari penjajahan kolonialisme barat.

Bahkan, Amerika yang mengirimkan bantuan obat-obatan, insiyur, ahli minyak, para pengajar dan mendirikan sekolah-sekolah di Arab, Lebanon, Suria, dan Palestina “Membangun sekolah-sekolah, termasuk sekarang perguruan tinggi terhebat di Timur Tengah, namanya AUB, American University of Beirut (di Lebanon),” sambung dia.

Namun, setelah ada Israel kepentingan melindungi Israel adalah yang utama. Hajriyanto menyebut pada dasarnya, yang menjadi inti dari kelima landasan politik AS adalah landasan kedua, yaitu perlindungan terhadap Israel. “Apapun yang mengganggu keamanan Israel, itu sudah cukup mencemaskan Amerika,” kata Hajriyanto.

2. Biden yang diharapkan membawa kedamaian Palestina ternyata antiklimaks
5 Pijakan Politik AS di Timur Tengah hingga Selalu Setia Dukung Israel

Saat ini, posisi Amerika menjadi negara adidaya tunggal yang tidak memiliki pesaing di dunia. Dalam proses perdamaian pun, Amerika menjadi aktor satu-satunya. Bahkan, langkah AS melebihi intensitas negara-negara Arab dan Israel sekalipun dalam hal menyusun draf proposal perdamaian atau melakukan negosiasi.

“Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, simpati atau antipati, itu lah Amerika sekarang ini karena tidak pesaingnya lagi di dunia ini,” sambunganya.

Presiden AS saat ini, Joe Biden, juga menyatakan dukungannya kepada Israel, bahkan sejak dia masih menjadi senator muda. Bahkan, dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Minggu (16/5/2021), AS menggunakan hak vetonya memblokir pernyataan bersama yang menyerukan gencatan senjata segera antara Israel dengan Hamas.

Ini ketiga kalinya dalam dua pekan, AS menggunakan hak vetonya sehingga pertemuan DK PBB berakhir tanpa hasil konkret, tidak dapat mengusahakan pertikaian yang kian memanas itu dihentikan.

3. AS satu-satunya penentu dalam konflik Palestina-Israel
5 Pijakan Politik AS di Timur Tengah hingga Selalu Setia Dukung Israel

Satu-satunya harapan untuk mendamaikan persoalan Palestina dan Israel ada di tangan AS. Dia menyebut negara-negara Liga Arab tidak bisa diharapkan berbuat banyak. “Yang akan bisa menekan ini Amerika. Jadi, kalau Amerika gak mau, ya berarti memang Amerika sama dengan Israel menghendaki tidak akan menurunkan eskalasi.” kata dia.

“Jadi, Amerika dalam hal ini banyak melakukan sounding ke negara-negara Arab dengan melakukan konferensi di Bahrain, yaitu Manama Conference. Selain itu, juga melakukan negosiasi terhadap pemimpin-pemimpin dunia.”

Hajriyanto pun menuturkan peristiwa ketika perjanjian Abraham Accords–pernyataan bersama perjanjian perdamaian, hubungan diplomatik dan normalisasi penuh antara Arab dan Israel–akan ditandatangani di Gedung Putih pada 2020. Saat itu, Palestina sebetulnya mendapatkan giliran menjadi ketua Liga Arab. “Palestina meminta untuk mengambil keputusan, mengecam negara yang menandatangani Abraham Accords, tetapi hal tersebut ditentang oleh Liga Arab. Oleh itu, Palestina mundur dari keketuaan.”

“Dengan pahit, harus dikatakan bahwa yang bisa membikin ini reda ya Amerika,” ujarnya.

Sejak tahun 1985, Amerika Serikat telah memberikan hampir US $ 3 miliar dalam bentuk hibah tahunan kepada Israel, yang telah menjadi penerima bantuan Amerika tahunan terbesar dari tahun 1976 hingga 2004 dan penerima bantuan kumulatif terbesar ( $ 146 miliar , tidak disesuaikan dengan inflasi) sejak saat itu. Perang Dunia II ;  sekitar 74 persen dari dana ini dihabiskan untuk pembelian barang dan jasa Amerika. Baru-baru ini, di tahun fiskal 2019, Amerika Serikat memberikan Israel dengan $ 3,8 miliar di bantuan militer .