China Desak Berbagai Pihak Untuk Ikut Memberantas Terorisme

China Desak Berbagai Pihak Untuk Ikut Memberantas Terorisme

China Desak Berbagai Pihak Untuk Ikut Memberantas Terorisme – Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta sering kali merupakan warga sipil.

Presiden China, Xi Jinping, mendesak berbagai pihak yang memiliki kepentingan di Afghanistan untuk memberantas terorisme. Sebagai balasan, China berjanji akan memberikan lebih banyak bantuan bagi negara yang sedang dilanda krisis kemanusiaan imbas perang sipil dan kekeringan panjang itu. Pernyataan Xi tidak lepas dari dinamika terkini di Afghanistan, yang mana Taliban berhasil menguasai ibu kota Kabul sejak pertengahan Agustus lalu.

Praktis kelompok yang selama dua dekade bergerilya itu bertransformasi menjadi penguasa negeri. Namun, komunitas internasional menaruh keraguan pada kapasitas Taliban membangun Afghansitan. pada pertemuan pemimpin Organisasi Kerjasama Shanghai, Xi mengatakan bahwa Afghanistan harus dibimbing agar lebih terbuka dan inklusif. Kemudian, Xi juga berharap negara yang berbagi perbatasan darat mengimplementasikan kebijakan domestik yang moderat.

1. China sindir Amerika dan aliansinya karena sudah “menghancurkan” Afghanistan
China Janji Beri Lebih Banyak Bantuan Jika Taliban Memerangi Teroris

Dalam forum yang beranggotakan Iran, Pakistan, India, Uzbekistan, Rusia dan banyak negara lainnya, Xi mengatakan bahwa harus ada negara yang memikul tanggung jawab demi masa depan Afghanistan.

Sebab, masa depan Afghanistan dipenuhi ketidakpastian akibat negara yang disebut Xi sebagai “penghasut”, merujuk kepada Amerika Serikat dan sekutunya.

Kemudian, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menekankan pentingnya koordinasi antar negara di kawasan dalam memainkan peran konstruktif di Afghanistan.

Setidaknya ada beberapa isu yang menjadi perhatian China untuk Afghanistan, yaitu pemerintahan yang inklusif, anti-terorisme, dan ramah terhadap negara tetangga, demikian dilaporkan Xinhua.

2. China harap Taliban bisa berkontribusi melawan ETIM
China Janji Beri Lebih Banyak Bantuan Jika Taliban Memerangi Teroris

Tidak lama setelah Taliban melengserkan pemerintahan Ashraf Ghani, China telah memberikan sinyal untuk membangun kerja sama. Beijing berharap Taliban dapat membuat terobosan dan membantu komunitas internasional untuk menumpas terorisme.

Secara khusus, Beijing mendorong Taliban untuk bisa membatasi gerak dan melawan East Turkestan Islamic Movement (ETIM), kelompok terorisme yang berbasis di Xinjiang dan banyak diisi oleh etnis Uighur.

Kedekatan China-Taliban bukan sesuatu yang baru. Pada 28 Juli 2021, Wang Yi sempat bertemu dengan delegasi Taliban, yang dipimpin oleh Kepala Komite Politik Mullah Abdul Ghani Baradar. Kala itu, Wang berharap Taliban bisa memprioritaskan kepentingan nasional, menghormati dialog damai, menetapkan tujuan perdamaian, dan membangun citra positif.

Baradar saat ini menjabat sebagai Deputi I Perdana Menteri Afghanistan, mendampingi Perdana Mentero Mohammad Hasan Akhund.

3. China janji berikan bantuan Rp441 miliar untuk Afghanistan
China Janji Beri Lebih Banyak Bantuan Jika Taliban Memerangi Teroris

Dilansir dari BBC, pada 8 September 2021 China menjanjikan bantuan ke Afghanistan sebesar 200 juta yuan (sekitar Rp441,8 miliar). Selain itu, China juga berjanji akan mamasok logistik dan membagikan tiga juta vaksin COVID-19.

Selain isu terorisme, China juga mendesak Taliban untuk memperketat kontrol perbatasan, agar gelombang pengungsi tidak mengganggu stabilitas kawasan, dikhawatirkan pula para teroris memanfaatkan pengungsi untuk melancarkan aksinya.

Terkait situasi kemanusiaan di Afghanistan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, dibutuhkan 600 juta dolar AS (sekitar Rp8,5 triliun) untuk mencegah situasi memburuk di bawah rezim Taliban.

Untuk mengatasi hal itu, PBB menggelar Konferensi Jenewa sebagai upaya menggalang dana. Dikutip dari AFP, pertemuan yang dihelat pada Senin (13/9/2021) itu berakhir dengan komitmen penyediaan bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan senilai 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp17,1 triliun).

Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya (“teroris”) layak mendapatkan pembalasan yang kejam.

Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan “teroris” dan “terorisme”, para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism: “Makna sebenarnya dari jihad, mujahidin  adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang”. Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.