COVID-19 Memperburuk Tantangan Kemanusiaan di Asia Pasifik

COVID-19 Memperburuk Tantangan Kemanusiaan di Asia Pasifik

COVID-19 Memperburuk Tantangan Kemanusiaan di Asia Pasifik – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membuka kegiatan Regional Conference on Humanitarian Assistance (RCHA) secara virtual. Retno mengingatkan, peran penting komunitas kemanusiaan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia.

Komunitas kemanusiaan yang dimaksud di antaranya International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, organisasi kemanusiaan berbasis agama, sektor swasta, filantropis, serta masyarakat sipil. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan bahwa pandemik COVID-19 memperburuk tantangan kemanusiaan di Asia Pasifik, wilayah yang paling rawan bencana dengan sekitar 97 juta orang membutuhkan bantuan mendesak.

Dilansir dari ANTARA, Retno menuturkan hingga Oktober 2021, lebih dari 58,9 juta kasus COVID-19 tercatat di 34 negara Asia Pasifik, dengan lebih dari 952 ribu kasus kematian.

1. Akses kemanusiaan di tengah pandemik terhambat
Indonesia Sebut COVID Memperburuk Situasi Kemanusiaan di Asia Pasifik

Indonesia pun menyoroti keterbatasan sumber daya akibat krisis ekonomi dan keuangan di tengah pandemik. Kebijakan pembatasan COVID-19 juga menimbulkan tantangan dalam distribusi logistik. Sebab, pergerakan barang dan orang, termasuk pengiriman bantuan kemanusiaan, menjadi terhambat.

“Dengan latar belakang ini, harapan komunitas kemanusiaan internasional jatuh pada peran penting para aktor kemanusiaan nasional dan lokal,” tutur Retno.

2. Peran aktor lokal dan nasional sangat dibutuhkan
Indonesia Sebut COVID Memperburuk Situasi Kemanusiaan di Asia Pasifik

Sekalipun banyak tantangan, para aktor kemanusiaan nasional dan lokal tetap aktif serta inovatif dalam menanggapi berbagai situasi kemanusiaan di kawasan. Mereka adalah palang merah dan bulan sabit merah, organisasi kemanusiaan berbasis agama, sektor swasta, filantropis, dan masyarakat sipil.

“Kepemimpinan mereka, bergandengan tangan dengan pemerintah, telah inklusif dan cepat dalam menangani kebutuhan yang ada di lapangan,” kata Retno.

3. Asia Tenggara dan Pasifik paling terdampak COVID-19 dan iklim ekstrem
Indonesia Sebut COVID Memperburuk Situasi Kemanusiaan di Asia Pasifik

Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial (ESCAP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Armida Alisjahbana, menyebut Asia Tenggara dan Pasifik termasuk di antara kawasan yang paling terdampak COVID-19 dan iklim ekstrem.

Kendati banyak negara di kawasan tersebut yang telah membuat kemajuan signifikan dalam menanggulangi bencana, sebagaimana disebut dalam Laporan Bencana Asia Pasifik ESCAP 2021, sayangnya sebagian negara masih berada pada fase mempersiapkan diri.

“Oleh karena itu, respons kemanusiaan yang dapat melindungi orang-orang, terutama mereka yang berisiko dan paling rentan masih menjadi tantangan bagi semua negara,” kata Armida.

“Konflik, perubahan iklim, dan COVID-19 telah menciptakan tantangan kemanusiaan terbesar sejak Perang Dunia II,” sambung dia, mengutip pernyataan Sekjen PBB Antonio Guterres.

Ia menambahkan, jutaan orang telah mengungsi di Kawasan Asia Pasifik karena berbagai keadaan darurat dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, lebih dari seperempat konflik dunia terjadi di Asia dan Pasifik sehingga kawasan tersebut, kini menampung sekitar 4,4 juta pengungsi.

“Kondisi mendesak ini semakin diperparah oleh pandemi Covid-19,” imbuh dia. Situasi pandemi Covid-19 juga menghambat untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang cepat, serta membuat sumber daya yang ada menjadi lebih terbatas.