Duterte Ancam Warganya di Penjara yang Tolak vaksin COVID-19

Duterte Ancam Warganya di Penjara yang Tolak vaksin COVID-19

Duterte Ancam Warganya di Penjara yang Tolak vaksin COVID-19 – Rodrigo “Rody” Roa Duterte (lahir di Maasin, Leyte, Persemakmuran Filipina, 28 Maret 1945; umur 76 tahun), yang berjuluk Digong, adalah seorang politikus dan pengacara Filipina keturunan Visayan. Presiden Fillipina, Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan orang-orang yang menolak untuk divaksinasi COVID-19.

Duterte adalah salah satu wali kota yang paling lama menjabat di Filipina dan merupakan wali kota Kota Davao, sebuah kota yang sangat tinggi urbanisasinya di pulau Mindanao, selama 7 masa jabatan, dengan total lebih dari 22 tahun. Langkah ini dilakukan lantaran rendahnya warga Filipina yang ingin divaksinasi.

“Saya akan memerintahkan penangkapan mereka. Ini untuk melindungi orang-orang (dari COVID-19), saya harus mengasingkan Anda di penjara. Sekarang pilih, divaksinasi, atau saya penjarakan.” kata Duterte seperti dikutip dari Apk IDN Poker, Selasa (22/6/2021).

1. Duterte persilahkan warganya pergi jika enggan divaksinasi
Presiden Duterte Ancam Penjarakan Warga yang Tolak Divaksin COVID-19

Duterte juga merasa jengkel terhadap sentimen anti vaksin. Dia bahkan mempersilahkan warga yang anti vaksin untuk pergi dari Filipina.

“Jika Anda tidak divaksinasi, tinggalkan Filipina. Pergilah ke India jika Anda mau, atau ke suatu tempat, (ke) Amerika,” tuturnya.

2. Sekretaris Kehakiman beri klarifikasi pernyataan Duterte
Empat Tahun Duterte Berkuasa: Kasus Pembunuhan, Pelanggaran HAM, dan Teror  | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 09.07.2020

Sekretaris Kehakiman, Menardo Guevarra memberikan klarifikasi bahwa menolak vaksinasi tidak melanggar hukum. Menurutnya, ancaman yang disampaikan Duterte dimaksudkan untuk mendorong banyaknya masyarakat Filipina yang divaksinasi.

“Saya percaya bahwa Presiden (Duterte) hanya menggunakan kata-kata keras untuk mendorong perlunya kita mendapatkan vaksinasi dan mencapai kekebalan kelompok sesegera mungkin,” katanya.

“Sebagai pengacara, dia tahu bahwa tidak divaksinasi adalah pilihan hukum.”

3. Jumlah penduduk Filipina yang divaksinasi masih rendah
Presiden Duterte Ancam Penjarakan Warga yang Tolak Divaksin COVID-19

Berdasarkan data Bloomberg, baru 1,8 persen persentase penduduk Filipina yang telah divaksinasi COVID-19. Angka itu jelas sangat rendah jika dibanding jumlah penduduknya yang mencapai 110 juta jiwa.

Pemerintah Filipina telah menargetkan 70 juta orang sudah divaksinasi pada akhir 2021. Sementara berdasarkan data worldometers (22/6/2021), total kasus COVID-19 telah mencapai 1,36 juta dengan total kematian mencapai 23 ribu orang lebih.