Jokowi Peringati Jangan Gembira Berlebihan Meski Covid Turun

Jokowi Peringati Jangan Gembira Berlebihan Meski Covid Turun

Jokowi Peringati Jangan Gembira Berlebihan Meski Covid Turun – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya membangun komunikasi yang baik kepada masyarakat terkait penurunan kasus covid-19. Hal itu untuk menghindari euforia yang berlebihan.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengingatkan masyarakat tidak euforia terlebih dahulu di tengah pandemik COVID-19. Meski, saat ini kasus virus corona di Tanah Air telah mengalami penurunan. Kepala Negara menekankan covid-19 bisa dikendalikan tetapi tak mungkin hilang sepenuhnya. Seluruh pihak diminta tak lengah terhadap potensi lonjakan kasus.

1. Jokowi minta masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan
Jokowi: Jangan Euforia Berlebihan Meski Kasus COVID-19 Turun

Menurut Jokowi, meski kasus menurun, proses vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat harus tetap dipercepat. Dia turut mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

“Kita semuanya harus tetap percepat proses vaksinasi ini dan tetap taat pada protokol kesehatan, terutama memakai masker,” ucap Jokowi.

2. Jokowi sebut COVID-19 tidak akan hilang
Jokowi: Jangan Euforia Berlebihan Meski Kasus COVID-19 Turun

Jokowi sebelumnya mengatakan vaksinasi bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat dari COVID-19. Sebab, menurutnya virus corona tidak akan hilang total dari Indonesia.

“Ini akan memberikan proteksi, memberikan perlindungan kepada kita semuanya karena COVID, karena virus corona ini tidak mungkin hilang secara total dan cara yang terbaik adalah melindungi diri dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” kata Jokowi saat meninjau vaksinasi di Jogja Expo Center, yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/9/2021).

Jokowi lalu meminta agar 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksinasi COVID-19 akhir tahun ini.

“Perluasan vaksinasi ini sangat-sangat diperlukan dan kita melihat semakin banyak yang divaksinasi di seluruh Tanah Air Indonesia, sehingga kita harapkan di akhir tahun nanti, lebih dari 70 persen masyarakat sudah divaksinasi,” ujarnya.

3. PPKM tak akan dicabut selama pandemik COVID-19 masih ada
Jokowi: Jangan Euforia Berlebihan Meski Kasus COVID-19 Turun

Pemerintah memperpanjang masa PPKM di Jawa-Bali hingga 20 September 2021. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kebijakan PPKM tidak akan dicabut selama pandemik COVID-19 masih ada.

“Presiden sudah memberikan arahan, kita tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul COVID-19 ini bisa terkendali,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9/2021).

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengatakan PPKM Level 1 sampai 4 adalah alat mengevaluasi penyebaran COVID-19 di suatu wilayah. Oleh karena itu, PPKM tak akan dihentikan sampai COVID-19 terkendali.

Apabila ada wilayah yang kasus COVID-19 sudah menurun drastis, maka pemerintah akan menurunkan level PPKM-nya. Sebaliknya, jika kasus COVID-19 melonjak di suatu wilayah, pemerintah akan menaikkan level PPKM-nya.