Kampanye PM Kanada Justin Trudeau di Ontario Berujung Ricuh

Kampanye PM Kanada Justin Trudeau di Ontario Berujung Ricuh

Kampanye PM Kanada Justin Trudeau di Ontario Berujung Ricuh – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dilempari kerikil oleh sejumlah pengunjuk rasa saat menjalani sebuah kampanye pemilu, demikian diberitakan oleh BBC.
Sang perdana menteri tengah berjalan kembali ke bus kampanyenya, usai mengunjungi sebuah pabrik pembuatan bir, ketika ia ditimpuki beberapa buah kerikil.

Sang PM Kanada sendiri tidak mengalami cedera akibat insiden tersebut, sebut BBC. Berbicara kepada sejumlah jurnalis di pesawat kepresidenan usai insiden di kota London, Ontario, itu, PM Trudeau meyakini ia merasa kerikil mengenai bahunya dan membandingkan insiden itu dengan peristiwa tahun 2016, saat seorang wanita melempar benih labu ke arahnya.

PM Trudeau pada pertengahan Agustus lalu menyatakan akan memajukan proses pemilu, demi mendapatkan dukungan lebih besar kepada pemerintahan yang didominasi partainya, yaitu partai Liberal berhaluan tengah-kiri.

1. Kondisi Trudeau setelah dilempari tidak mengalami luka sama sekali

Dilansir BBC, Trudeau mengalami peristiwa yang tak mengenakkan setelah dilempari batu kerikil oleh para demonstran selama penghentian kampanye. Dia kembali ke busnya setelah mengunjungi tempat pembuatan bir dan untungnya kondisi Trudeau tidak mengalami luka sedikit pun.

Berbicara setelah peristiwa tersebut, Trudeau mengatakan dia kemungkinan telah dipukul di bagian bahu dan membandingkan peristiwa itu ketika seorang wanita melemparkan biji labu ke arahnya pada tahun 2016 lalu.

Sekitar 2 orang yang bepergian dengan bus media juga terkena batu kerikil meskipun tidak terluka juga. Pemimpin oposisi Partai Konservatif, Erin O’Toole, menggambarkan peristiwa itu sebagai peristiwa menjijikkan.

Menurutnya, kekerasan politik tidak pernah dibenarkan dan media harus bebas dari intimidasi, pelecehan, dan kekerasan. Itu merupakan peristiwa kampanye terburuk dalam kampanye pemilihan federal 36 hari terakhir yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Para demonstran telah merusak rambu-rambu halaman calon Perdana Menteri Kanada
dengan grafiti anti-semit. Calon dari semua lapisan politik telah melaporkan peristiwa ini menjadi sasaran cercaan seksis dan rasis.

2. Sejak awal kampanye, Trudeau berusaha memposisikan mandat vaksin sebagai isu yang mengganjal

Sejak hari-hari awal kampanye, Trudeau telah berusaha memposisikan mandat vaksin sebagai isu yang mengganjal.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa orang Kanada sangat mendukung tindakan tersebut. Beberapa hari sebelum Pemilu, pemerintah Trudeau mengumumkan bahwa mereka akan mengamanatkan vaksinasi untuk PNS federal dan penumpang yang bepergian di dalam negeri dengan pesawat dan kereta api.

Menurut Erin O’Toole, dia tidak akan mengamanatkan vaksin untuk pekerja federal, sebaliknya mengharuskan pekerja pemerintah yang tidak divaksinasi untuk diuji setiap hari. Kanada merupakan salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di negara-negara kelompok G-20, di mana hampir 74 persen orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19 dan hampir 68 persen sudah divaksinasi penuh.

Kerumunan warga yang marah menentang vaksinasi COVID-19 dalam beberapa pekan
terakhir berkumpul di luar rumah sakit di beberapa wilayah Kanada dan di rumah
Menteri Pendidikan Ontario.

Para demonstran telah mengorganisir di media sosial dan aplikasi pertukaran pesan seperti Telegram, di mana mereka telah berbagi informasi tentang rencana perjalanan Trudeau. Dalam beberapa pekan terakhir, Partai Liberal telah menghapus alamat pasti pemberhentian kampanyenya dari rencana perjalanan yang tersedia untuk umum.

3. Akhir Agustus 2021 lalu, Trudeau terpaksa membatalkan kampanye setelah kerumunan demonstran menyergap acara tersebut

Pada akhir Agustus 2021 lalu, Trudeau terpaksa membatalkan kampanye setelah kerumunan demonstran yang marah menyergap acara tersebut. Perdana Menteri Kanada telah ditetapkan untuk berbicara di depan para pendukung di Bolton, Ontario, Kanada, tetapi dibatalkan karena masalah keamanan. Puluhan demonstran berkumpul di acara kampanye itu dan meneriakkan kata-kata kotor sebelum Trudeau akhirnya bisa berbicara di depan publik.

Trudeau berharap untuk bisa mengamankan suara mayoritas dalam Pemilu Kanada yang digelar lebih cepat, tetapi dalam beberapa hari terakhir upaya penyelidikannya telah dirundung oleh protes terhadap vaksin COVID-19 dan pembatasan pemerintah.

Saat kampanye, bus untuk kampanye Trudeau harus dikawal pergi oleh polisi setempat setelah acara tersebut dibatalkan menyusul penundaan selama 2 jam pada saat itu. Sebelumnya pada hari Jumat, 27 Agustus 2021, lalu kerumunan demonstran telah menggangu kunjungan Trudeau ke sebuah toko roti di kota Nobleton, dengan beberapa mencemooh dan memegang papan bertuliskan “Pengkhianatan Trudeau”.

Pada hari Rabu, 25 Agustus 2021, lalu dalam kunjungan ke British Columbia, Trudeau disambut oleh demonstran antivaksin, dengan beberapa teriakan mereka akan menolak vaksin COVID-19.

Menyusul peristiwa hari Senin, kanal CTV National News memberitakan bahwa dua orang yang ikut menumpang di bus media juga turut dilempari kerikil oleh para demonstran. Keduanya tidak mengalami luka, demikian disebut CTV.

Pimpinan oposisi dari Partai Konservatif, Erin O’Toole, menyebut insiden tersebut “menjijikkan”. Ia mengatakan, via Twitter, bahwa “kekerasan politik tak akan pernah menjadi cara yang tepat”, dan media seharusnya bebas dari intimidasi, cemoohan, dan kekerasan.