Kasus COVID-19 di RI Naik Dua Kali Lipat Menjadi 228 Ribu

Kasus COVID-19 di RI Naik Dua Kali Lipat Menjadi 228 Ribu

Kasus COVID-19 di RI Naik Dua Kali Lipat Menjadi 228 Ribu – Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961; umur 60 tahun) adalah Presiden Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan saat ini kasus aktif COVID-19 alami peningkatan yang signifikan.

Jokowi menjadi Presiden Indonesia pertama sepanjang sejarah yang bukan berasal dari latar belakang elite politik atau militer Indonesia. Dia menyampaikan, lonjakan kasus aktif yang tinggi itu diakibatkan Lebaran dan adanya varian baru COVID-19.

“Begitu ada liburan, liburan Lebaran kemarin plus varian baru, hari ini kita naik, melompat dua kali lipat lebih menjadi 228 ribu,” Dilansir dari Apk IDN Poker kata Jokowi di Munas KADIN, yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/6/2021).

1. Jokowi minta jajarannya bekerja juga perhatikan detail mikronya
Jokowi: Kasus Aktif COVID-19 di RI Naik Dua Kali Lipat Jadi 228 Ribu

Kemudian, Jokowi memaparkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Pada awal 2021, Jokowi mengaku belajar kepada India tentang penanganan pandemik virus corona. Di Januari dan Februari, kata dia, kasus aktif di Tanah Air meningkat hingga mencapai 176 ribu. Namun, kembali turun di Mei pertengahan.

“Harian ini terus kita pelajari. Karena kita tidak bisa bekerja makronya saja, tetapi detail mikronya juga harus tahu. Angka-angkanya juga harus tahu. Posisi di mana bergeraknya juga harus kita ikuti,” dia melanjutkan.

2. Jokowi ingatkan jangan lengah agar kasus tidak seperti negara lain
Jokowi: Kasus Aktif COVID-19 di RI Naik Dua Kali Lipat Jadi 228 Ribu

Lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini membahas tentang perkembangan kasus COVID-19 di India. Jokowi menyampaikan kasus virus corona di negeri Bollywood itu pada 2020 pernah berada di angka 50 ribu kasus aktif. Kemudian, turun menjadi 9 ribu per hari. Tetapi terjadi ledakan kasus di awal Februari, sehingga kasus aktif mencapai 370 ribu.

Tak hanya membahas kasus aktif di India, Jokowi juga membahas kasus di negara-negara lain yang alami kenaikan kasus seperti Inggris dan Australia.

“Sebab itu kita mengajak seluruh pihak untuk hati-hati, jangan lengah, semuanya harus waspada, jangan hanya berbicara ekonomi, ekonomi, ekonomi tetapi tidak melihat kesehatan. Tapi jangan melihat kesehatan, kesehatan, kesehatan tapi tidak melihat ekonomi. Dua-dua harus berjalan beriringan,” ucap Jokowi.

3. Jokowi sebut pemerintah putuskan penerapan PPKM Darurat
Jokowi: Kasus Aktif COVID-19 di RI Naik Dua Kali Lipat Jadi 228 Ribu

Mengenai lonjakan kasus tinggi di Indonesia, Jokowi menyampaikan, pmerintah akhirnya memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal itu diputuskan pemerintah karena kasus COVID-19 yang semakin melonjak hari ke hari.

“Gak tahu nanti keputusannya apakah seminggu atau dua minggu. Kalau petanya sudah kita ketahui semuanya, khusus hanya di pulau Jawa dan Bali, karena di sini ada 44 kabupaten dan kota, serta 6 provinsi yang nilai assessment-nya 4 kita adakan penilaian secara detail, sehingga harus ada treatment khusus sesuai indikator laju penularan WHO,” ujar dia.

Kemudian, mantan Wali Kota Solo ini pun menunjukkan sebuah peta penyebaran kasus virus corona di Jakarta Barat. Dari peta tersebut, terlihat zona merah sudah merata di Jakarta Barat.

“Saya beri contoh di Jakarta Barat, RT/RW yang terkena COVID sudah seperti itu, artinya sudah merata sehingga memang harus ada sebuah keputusan yang tegas untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.