Kemensos Bersiaga Menghadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana

Kemensos Bersiaga Menghadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana

Kemensos Bersiaga Menghadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana -Dibentuknya kampung siaga bencana adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap siaga untuk menghadapi kerawanan kerentanan dan resiko bencana. Dalam acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 29 Nopember 2017.

Hadir sekretaris Daerah Kabupten Tulungagung, Pejabat OPD dilingkup Pemda, Muspika, Kepala Desa se Kecamatan Sendang, Tagana, pekerja sosial dan masyarakat sekitar. Kementerian Sosial terus meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan terjadi bencana di selatan Pulau Jawa. Kemensos membekali masyarakat di kawasan tersebut dengan mendirikan dan memperkuat Kampung Siaga Bencana (KSB).

Kemensos juga akan menggandeng Komando Pasukan Khusus (Kopasus) untuk pelatihan penanganan bencana. Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, Kemensos terus meningkatkan Aplikasi Poker77 kesiagaan menghadapi bencana di kawasan  rawan bencana, khususnya di Selatan pulau Jawa.

1. Wilayah Jawa Timur punya potensi bencana gempa bumi yang besar
Kemensos Gencarkan Pembentukan KSB dan Sosialisasi Bencana

Kesiagaan Kemensos tidak lepas dari sinyalemen yang disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam webinar kajian dan mitigasi gempabumi dan tsunami di Jawa Timur, akhir Mei silam.

Ia mengatakan, berdasarkan penelitian dan pemodelan BMKG, wilayah selatan Jawa Timur menyimpan potensi bencana gempa bumi yang cukup besar. Namun, belum ada alat yang memprediksi secara tepat kapan bencana tersebut akan terjadi. Mengantisipasi hal ini, Langkah terbaru Kemensos adalah dengan membentuk  dua KSB di Kabupaten Lumajang di Lapangan Desa Bulurejo, Tempursari, Lumajang (22/5).

Potensi bencana di Kabupaten Lumajang sangat besar, yakni tsunami karena berada di jalur pantai selatan, dan erupsi gunung berapi dari Gunung Semeru. Dalam satu kelompok KSB terdapat sekitar 60 warga yang ditunjuk menjadi anggota KSB. Mereka dibekali sejumlah pelatihan mitigasi bencana, seperti pemetaan potensi bencana, pemetaan sumber daya, pelatihan dasar pertolongan pertama dan evakuasi, keposkoan, hingga dapur umum.

“Kami memberikan pelatihan teknik tentang kebencanaan, masyarakat membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) sendiri sehingga mereka tahu dan terorganisasi siapa bagian evakuasi, siapa bagian dapur umum. Masing-masing punya koordinator sehingga jelas kalau ada bencana siapa berbuat apa,” kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kemensos, Iyan Kusmadiana.

2. Akan melakukan sosialisasi
Kemensos Gencarkan Pembentukan KSB dan Sosialisasi Bencana

Sebelumnya, KSB dan pembentukan Tagana Muda juga berlangsung  di Banyuwangi. Di Kabupaten Banyuwangi, dilakukan sosialisasi, pelatihan dan pembentukan KSB dan peningkatan kapasitas Tagana Muda.

“Mereka akan diperkenalkan pada peran dan fungsinya sebagai relawan KSB yang nanti akan terbagi dalam beberapa tIm yakni tIm Posko, Gardu sosial, Dapur Umum, Shelter, Evakuasi, TIm reaksi cepat (TRC), dan Logistik (lumbung sosial) ” kata Fasilitator dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Twi Adi.

3. Harus menyamakan pola pikir
Kemensos Gencarkan Pembentukan KSB dan Sosialisasi Bencana

Sementara instruktur dari Kemensos, Ade Hermawan mengatakan bahwa dalam kegiatan ini peserta harus disamakan pola pikirnya. “Mereka harus disamakan dulu mindset-nya bahwa setelah ini mereka akan jadi relawan kebencanaan dengan nama Kampung Siaga Bencana,” kata dia.

Peserta juga diberikan materi terkait kebijakan Kemensos dalam rangka pengurangan resiko bencana yang disampaikan oleh Pekerja Sosial Madya Kementerian Sosial Edy Suwarna. “KSB yang dibentuk dengan nama Jangkar Grindulu yang diambil dari nama sebuah sungai terbesar di Pacitan yang keanggotaannya melibatkan dua desa yakni Desa Kembang dan Desa Sernoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan,” katanya.

Sumber dana pembentukan KSB dari DIPA Dekonsentrasi Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur tahun anggaran 2017 dengan total bantuan senilai Rp.78.874.731,00 yang berbentuk barang berupa : Matras 100 lembar, Selimut 100 lembar, Family Kid 18 Paket, Tenda keluar 2015 5 Unit, Tenda Keluarga Payung 1 Unit dan Tenda Serbaguna 1 Unit.