Kolombia Pantau Aktivitas yang Dilakukan Teroris Lebanon

Kolombia Pantau Aktivitas yang Dilakukan Teroris Lebanon

Kolombia Pantau Aktivitas yang Dilakukan Teroris Lebanon – Hizbullah (Hezbollah, “Partai Allah / Partai Tuhan”) adalah organisasi Politik dan Paramiliter dari kelompok Syiah didirikan pada tahun 1982 yang berbasis di Libanon.

Menteri Pertahanan Kolombia, Diego Molano, tengah memantau aktivitas yang dilakukan kelompok teroris asal Lebanon, Hezbollah di negaranya. Pasalnya, kelompok beraliran Syah itu dianggap telah masuk ke Kolombia dan melakukan aksi kriminal.

Di sisi lain, Kolombia juga menuduh Venezuela menampung dan mendukung aktivitas kelompok Hezbollah di Amerika Selatan. Hal ini terkait hubungan dekat antara negara yang dipimpin Nicolas Maduro itu dengan Iran.

1. Ditangkapnya dua orang terduga teroris Hezbollah di Kolombia

Dilansir dari The Jerusalem Post, Molano mengungkapkan bila pihaknya telah menangkap dua orang anggota organisasi teroris Hezbollah di Bogota, dua bulan lalu. Kedua terduga anggota kelompok Syah itu sudah ditangkap dan langsung dideportasi ke Lebanon.

Keterangan ini diungkap Molano dalam wawancara di media El Tiempo. Dia berkata bahwa pejabat setempat sudah melakukan pertemuan dengan Badan Intelijen, lantaran kekhawatiran akan adanya kelompok Hezbollah di Venezuela dan hubungan keduanya beserta keterlibatannya dalam penyelundupan narkoba.

Bahkan, Molano juga mengatakan jika Iran adalah musuh Kolombia saat berkunjung ke Israel. Menhan berusia 51 tahun itu menuturkan bahwa Iran berusaha meningkatkan uraniumnya untuk membantu rezim Maduro di Venezuela.

Ungkapan dari Molano ini menyusul keputusan Kolombia yang memasukkan Hezbollah sebagai kelompok teroris sejak tahun lalu. Selain itu, makin dekatnya hubungan antara Kolombia dengan Israel, usai kunjungan Ivan Duque ke negara Timur Tengah itu.

2. Kelompok Hezbollah diduga hendak membunuh warga negara Israel di Bogota

Sementara itu, Hezbollah disebut tengah berupaya melakukan aksi pembunuhan kepada warga negara Israel di Bogota. Hal ini sebagai bagian balasan atas aksi Amerika Serikat dalam pembunuhan komandan pasukan al-Quds, Jenderal Qassem Soleimani pada Januari 2020 silam.

El Tempo mengabarkan, warga Israel yang menjadi sasaran utama organisasi teroris asal Lebanon itu adalah mantan petinggi intelijen yang ditugaskan di Bogota sebagai korps diplomatik. Kini, ia membuka perusahaan impor dan penjualan kamera pengawas dan teknologi.

Menurut Badan Intelijen Kolombia, warga Israel itu sudah dimata-matai oleh sekelompok orang di beberapa lokasi. Beberapa orang yang berafiliasi dengan Hezbollah itu diduga hendak melakukan pembunuhan kepada pebisnis itu.

Bahkan Hezbollah dituding sudah melakukan aksi mata-mata kepada beberapa orang lainnya, termasuk warga negara Amerika Serikat serta warga asing lain yang menetap di ibu kota Kolombia, dikutip dari The Times of Israel.

3. Mendapat kecaman dari Dubes Iran di Kolombia

DW melaporkan, keterangan kasar yang diungkapkan Molano menimbulkan respon negatif dari Pemerintah Iran dan dianggap akan merusak hubungan kedua negara. Pasalnya, baik Iran dan Kolombia sudah memiliki hubungan diplomatik yang cukup baik sejak 1975.

“Iran dan Kolombia adalah dua negara yang bersahabat dan keduanya memiliki hubungan yang bersejarah. Pengrusakan hubungan ini tidak akan menguntungkan bagi warga negara keduanya” ujar Dubes Iran untuk Kolombia, Mohammad Ali Ziaei.

Sementara itu, Presiden Ivan Duque tengah berupaya mengurangi ketegangan akibat ungkapan pedas Molano dan berkata,

“Kolombia tidak menggunakan kata musuh kepada semua negara. Namun, ungkapan itu tidak berarti bahwa kami tidak membedakan pada isu yang spesifik, terutama dengan Iran. Kami akan terus menyuarakan suara kami dalam dunia internasional dalam upaya peningkatan senjata nuklir.”

Kolombia selama ini merupakan sekutu terdekat Amerika Serikat di regional Amerika Latin, di mana AS memiliki hubungan yang buruk dengan Iran. Sedangkan, Kolombia dan Israel saling bersekutu dalam melawan pemerintahan Nicolas Maduro di Venezuela yang dituding berhubungan dengan Hezbollah.

Sejak didirikan, organisasi ini telah berkembang menjadi organisasi yang bercampur ke dalam strukur sosial Lebanon melalui pelayanan sosial dan partisipasi aktif dalam politik sambil tetap melancarkan serangan teror internasional dan operasi-operasi militer regional.

Kelompok ini secara rutin berselisih dengan Israel dan menentang pengaruh barat di Lebanon, dan yang paling baru adalah terlibat dalam perang saudara di Suriah sebagai pendukung pemerintah Assad.  Kelompok ini dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Israel, Kanada, dan Australia.