Konflik Negara yang Membuat Pemimpin Pemerintahannya Lengser

Konflik Negara yang Membuat Pemimpin Pemerintahannya Lengser

Konflik Negara yang Membuat Pemimpin Pemerintahannya Lengser – Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perlindungan hukum internasional terhadap negara yang disadap secara melawan hukum oleh negara lain dan menjelaskan metode penyelesaian sengketa yang dilakukan Indonesia dalam  menyelesaikan konflik antar negara akibat penyadapan yang dilakukan Australia terhadap Indonesia Tahun 2013.

Oleh karena itu, peraturan mengenai penyadapan lintas negara harus segera dibentuk, sehingga perlindungan hukum terhadap negara yang disadap bisa dilakukan. Serta kedua negara harus membentuk code of conduct. 2021 terbukti menjadi salah satu tahun pahit bagi beberapa pemimpin negara di dunia yang harus lengser dari kekuasaannya.

Ada tokoh-tokoh pemimpin berpengaruh dipaksa melepaskan kedudukannya atau bahkan hingga dibunuh.Pergantian kepemimpinan yang dramatis sepanjang tahun ini akan tercatat sebagai salah satu yang paling dinamis di dunia. Negara seperti Afghanistan, Myanmar, Haiti, Malaysia, dan Israel, telah membuktikan bahwa tidak ada kekuasaan yang abadi.

1. Republik Guinea
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Presiden Alpha Condé yang telah memimpin Republik Guinea sejak 2010 harus lengser secara dramatis. Dengan waktu yang cepat, militer Guinea menduduki istana kepresidenan pada Minggu (5/9/2021) dan menangkap Condé sebelum dirinya sempat melarikan diri.

Dengan digulingkannya pemerintahan sipil di salah satu negara di Afrika Barat ini, pihak militer yang dipimpin oleh Kolonel Mamady Doumbouya, menyiapkan pemerintahan transisi dalam beberapa minggu ke depan.

Dikutip dari The New York Times, aksi kudeta yang dilancarkan terjadi tepat satu tahun setelah Presiden Alpha Condé terpilih untuk ketiga kalinya. Ia kembali maju setelah mengubah masa jabatan presiden pada Konstitusi Republik Guinea secara sepihak.

Keputusan Condé yang mengubah masa jabatan presiden tersebut akhirnya menjadi pukulan serius sehingga membuat kepercayaan publik terhadap dirinya berada di titik terendah. Masyarakat Guinea menilai apabila Condé terus berkuasa. negara tersebut akan terjebak dalam kekuasaan abadi Condé.

2. Afghanistan
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. twitter.com/FederationAC

Keberhasilan pejuang Taliban mengalahkan militer Afghanistan dan menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul, Minggu (15/8/2021), menandai babak terakhir pemerintahan demokratis di Afghanistan. Pemerintahan Republik Islam Afghanistan yang dibentuk pada 2004 pascainvasi AS dan sekutunya, berakhir sudah.

Kepemimpinan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, pun dilengserkan. Dia dan beberapa pejabat pemerintah melarikan diri setelah Taliban menduduki Kabul. Lengsernya Ashraf Ghani dari kursi kepemimpinan Afghanistan memang sudah lama diprediksi. Namun, tidak ada yang memperkirakan pemerintahan Ghani benar-benar kolaps lima bulan tepat setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari Afghanistan.

Sekarang negara tersebut segera kembali berada dalam kekuasaan Taliban. Dari sejumlah nama yang diprediksi akan memimpin, kandidat terkuat adalah Mullah Abdul Ghani Baradar. Dia adalah salah satu pendiri Taliban yang akhirnya kembali ke Afghanistan setelah 20 tahun keluar dari negara itu. Sebelumnya, nama komandan utama Taliban sejak 2016, Hibatullah Akhundzada, juga sempat disebut sebagai kandidat, sepeti ditulis BBC.

3. Myanmar
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Awal 2021 dimulai dengan sebuah kudeta militer di salah satu negara paling termiliterisasi di Asia Tenggara. Myanmar mengalami kudeta yang mengakhiri pemerintahan sipil pada 1 Februari 2021 yang menimbulkan gejolak dan krisis kemanusiaan hingga kini.

Pemerintahan sipil di Myanmar dipegang Aung San Suu Kyi, salah satu tokoh yang dikenal sebagai kritikus keras junta militer. Sebagai Perdana Menteri Myanmar sejak 2016, Aung San Suu Kyi akhirnya dikudeta dan ditangkap oleh militer atas tuduhan korupsi serta pelanggaran lainnya.

Pihak militer kemudian menunjuk Jenderal Min Aung Hlaing sebagai pemimpin baru Myanmar. Min Aung Hlaing bersama jajarannya terus berkuasa di Myanmar hingga hari ini. Instabilitas negara tersebut terus berkembang mulai dari gelombang aksi protes hingga pemberontakan bersenjata yang mulai tersebar, seperti yang dilansir Reuters.

Merunut ke belakang, Myanmar yang dulunya disebut sebagai Burma memiliki sejarah panjang soal dominasi pengaruh militer dalam pemerintahan dan kehidupan sipil. Sejak kudeta militer pertama pada 1962 terhadap pemerintahan sipil, militer Myanmar terus memegang kepemimpinan di Myanmar hingga 2011.

Pada 2011, secara tiba-tiba militer Myanmar mengumumkan akhir dari junta militer dan menyerahkannya kepada sipil. Namun, ada satu syarat yaitu pengaruh militer di pemerintahan dan pertahanan tidak dapat diganggu gugat.

4. Haiti
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Negara di wilayah Karibia ini harus mengalami kehancuran hebat dalam beberapa tahun terakhir. Korupsi, kemiskinan, ekonomi yang melambat, dan bencana alam yang tidak ada ampun, menyebabkan Haiti seperti berada di ujung tanduk. Ketika orang berpikir masalah di Haiti tidak bisa lebih parah lagi, ternyata peristiwa mengejutkan terjadi.

Pada 7 Juli 2021, Presiden Haiti yang terpilih secara demokratis, Jovenel Moïse, dibunuh dalam sebuah serangan terkoordinasi. Pelakunya 27 orang bersenjata yang sebagian besar berasal dari Kolombia. Kematian dramatis Jovenel Moïse menjadi mimpi buruk bagi Haiti yang tengah mengalami kesusahan.

Situasi tersebut akhirnya memaksa Perdana Menteri Sementara Haiti, Claude Joseph, memegang dua posisi sekaligus hingga Parlemen menentukan pilihannya. Dilaporkan Reuters, Parlemen Haiti akhirnya memutuskan Ariel Henry menjadi Perdana Menteri Haiti yang baru sekaligus sebagai Presiden Sementara Haiti sampai pemilu presiden dapat dilaksanakan.

5. Malaysia
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Belum pernah ada dalam sejarah Malaysia, seorang perdana menteri hanya memimpin 17 bulan lamanya. Itulah situasi yang harus dihadapi Muhyiddin Yassin yang per 16 Agustus 2021 sudah tidak lagi secara resmi menduduki posisi perdana menteri.

Yassin berhenti dari posisinya setelah mayoritas anggota Parlemen Malaysia menarik dukungannya. Kepemimpinan Muhyiddin memang mendapat kritikan pedas baik di kalangan parlemen hingga masyarakat Malaysia karena dicap gagal mengendalikan penyebaran COVID-19 dan berseberangan dengan Raja Malaysia.

Meskipun Muhyiddin Yassin tidak lagi memegang kekuasaan, tapi sesuai undang-undang negara itu, dia masih berstatus sebagai perdana menteri sampai Raja Malaysia menunjuk pengganti baru.

6. Israel
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Benjamin Netanyahu adalah salah satu nama yang paling dikenal di Israel. Berkuasa selama 12 tahun sebagai perdana menteri, kekuasaanya tidak pernah goyah sampai akhirnya dilengserkan secara demokratis pada 2021.

Melansir Al Jazeera, 13 Juni 2021 menjadi hari terakhir Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri karena Parlemen Israel memilih calon perdana menteri yang baru, Yair Lapid, melalui vote of confidence. Kegagalan Netanyahu dalam membentuk koalisi pemerintahan dan semakin tidak populer dirinya di mata masyarakat menjadi alasan pria yang sudah berkuasa lebih dari satu dekade itu akhirnya lengser.

Memegang gelar sebagai perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Israel, Benjamin Netanyahu tetap menjadi sosok paling berpengaruh di Timur Tengah. Pemerintahannya tekah berhasil menciptakan Israel yang jauh lebih kuat dari sebelumnya, ditambah dengan pengakuan diplomatik dari beberapa negara-negara Arab yang sebelumnya menolak keras keberadaan Israel sebagai negara.