Konflik yang Terjadi di Negara Hingga Pergantian Pemerintah

Konflik yang Terjadi di Negara Hingga Pergantian Pemerintah

Konflik yang Terjadi di Negara Hingga Pergantian Pemerintah – 2021 terbukti menjadi salah satu tahun pahit bagi beberapa pemimpin negara di dunia yang harus lengser dari kekuasaannya. Ada tokoh-tokoh pemimpin berpengaruh dipaksa melepaskan kedudukannya atau bahkan hingga dibunuh.

Pergantian pimpinan di suatu organisasi merupakan suatu hal yang wajar terjadi, bahkan merupakan salah satu bentuk dinamika proses pembinaan organisasi agar tercipta penyegaran dan munculnya ide-ide yang lebih kreatif dan berkembang dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi” Pergantian kepemimpinan yang dramatis sepanjang tahun ini akan tercatat sebagai salah satu yang paling dinamis di dunia.

Kerakyatan merupakan sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk “memimpin” atau membimbing orang lain, tim, atau seluruh organisasi. Negara seperti Afghanistan, Myanmar, Haiti, Malaysia, dan Israel, telah membuktikan bahwa tidak ada kekuasaan yang abadi. Berikut konflik yang terjadi di negara-negara tersebut hingga berujung kepemimpinan pemerintahnya melengser.

1. Republik Guinea
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Presiden Alpha Condé yang telah memimpin Republik Guinea sejak 2010 harus lengser secara dramatis. Dengan waktu yang cepat, militer Guinea menduduki istana kepresidenan pada Minggu (5/9/2021) dan menangkap Condé sebelum dirinya sempat melarikan diri.

Keputusan Condé yang mengubah masa jabatan presiden tersebut akhirnya menjadi pukulan serius sehingga membuat kepercayaan publik terhadap dirinya berada di titik terendah. Masyarakat Guinea menilai apabila Condé terus berkuasa. negara tersebut akan terjebak dalam kekuasaan abadi Condé.

2. Afghanistan
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Keberhasilan pejuang Taliban mengalahkan militer Afghanistan dan menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul, Minggu (15/8/2021), menandai babak terakhir pemerintahan demokratis di Afghanistan. Pemerintahan Republik Islam Afghanistan yang dibentuk pada 2004 pascainvasi AS dan sekutunya, berakhir sudah.

Sekarang negara tersebut segera kembali berada dalam kekuasaan Taliban. Dari sejumlah nama yang diprediksi akan memimpin, kandidat terkuat adalah Mullah Abdul Ghani Baradar. Dia adalah salah satu pendiri Taliban yang akhirnya kembali ke Afghanistan setelah 20 tahun keluar dari negara itu. Sebelumnya, nama komandan utama Taliban sejak 2016, Hibatullah Akhundzada, juga sempat disebut sebagai kandidat, sepeti ditulis BBC.

3. Myanmar
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Awal 2021 dimulai dengan sebuah kudeta militer di salah satu negara paling termiliterisasi di Asia Tenggara. Myanmar mengalami kudeta yang mengakhiri pemerintahan sipil pada 1 Februari 2021 yang menimbulkan gejolak dan krisis kemanusiaan hingga kini.

Pemerintahan sipil di Myanmar dipegang Aung San Suu Kyi, salah satu tokoh yang dikenal sebagai kritikus keras junta militer. Sebagai Perdana Menteri Myanmar sejak 2016, Aung San Suu Kyi akhirnya dikudeta dan ditangkap oleh militer atas tuduhan korupsi serta pelanggaran lainnya.

Pada 2011, secara tiba-tiba militer Myanmar mengumumkan akhir dari junta militer dan menyerahkannya kepada sipil. Namun, ada satu syarat yaitu pengaruh militer di pemerintahan dan pertahanan tidak dapat diganggu gugat.

4. Haiti
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Negara di wilayah Karibia ini harus mengalami kehancuran hebat dalam beberapa tahun terakhir. Korupsi, kemiskinan, ekonomi yang melambat, dan bencana alam yang tidak ada ampun, menyebabkan Haiti seperti berada di ujung tanduk. Ketika orang berpikir masalah di Haiti tidak bisa lebih parah lagi, ternyata peristiwa mengejutkan terjadi.

Situasi tersebut akhirnya memaksa Perdana Menteri Sementara Haiti, Claude Joseph, memegang dua posisi sekaligus hingga Parlemen menentukan pilihannya. Dilaporkan Reuters, Parlemen Haiti akhirnya memutuskan Ariel Henry menjadi Perdana Menteri Haiti yang baru sekaligus sebagai Presiden Sementara Haiti sampai pemilu presiden dapat dilaksanakan.

5. Malaysia
6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Belum pernah ada dalam sejarah Malaysia, seorang perdana menteri hanya memimpin 17 bulan lamanya. Itulah situasi yang harus dihadapi Muhyiddin Yassin yang per 16 Agustus 2021 sudah tidak lagi secara resmi menduduki posisi perdana menteri.

Yassin berhenti dari posisinya setelah mayoritas anggota Parlemen Malaysia menarik dukungannya. Kepemimpinan Muhyiddin memang mendapat kritikan pedas baik di kalangan parlemen hingga masyarakat Malaysia karena dicap gagal mengendalikan penyebaran COVID-19 dan berseberangan dengan Raja Malaysia.

Meskipun Muhyiddin Yassin tidak lagi memegang kekuasaan, tapi sesuai undang-undang negara itu, dia masih berstatus sebagai perdana menteri sampai Raja Malaysia menunjuk pengganti baru.

6. Israel

6 Pergantian Pemimpin Negara Paling Dramatis selama 2021

Benjamin Netanyahu adalah salah satu nama yang paling dikenal di Israel. Berkuasa selama 12 tahun sebagai perdana menteri, kekuasaanya tidak pernah goyah sampai akhirnya dilengserkan secara demokratis pada 2021.

Melansir Al Jazeera, 13 Juni 2021 menjadi hari terakhir Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri karena Parlemen Israel memilih calon perdana menteri yang baru, Yair Lapid, melalui vote of confidence. Kegagalan Netanyahu dalam membentuk koalisi pemerintahan dan semakin tidak populer dirinya di mata masyarakat menjadi alasan pria yang sudah berkuasa lebih dari satu dekade itu akhirnya lengser.