KPK Melantik Mungki Hadipratikto sebagai Direktur Labuksi

KPK Melantik Mungki Hadipratikto sebagai Direktur Labuksi

KPK Melantik Mungki Hadipratikto sebagai Direktur Labuksi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik Mungki Hadipratikto sebagai Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) pada Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi, Kamis (30/9/2021). Mungki Hadipratikto sebelumnya berkarir di Kejaksaan Agung dan bergabung di KPK sejak 24 Maret 2014 sebagai Jaksa Penuntut Umum.

Pada 29 Maret 2019 Mungki alih tugas dan menjabat sebagai Koordinator Unit Labuksi. Berdasarkan struktur baru KPK sesuai UU Nomor 19 Tahun 2019, Mungki kemudian dilantik sebagai Plt. Direktur Labuksi pada 10 Juni 2021. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) KPK.

“Semua pekerjaan kita haruslah dikerjakan dengan baik yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang baik bagi organisasi,“ ujar Cahya dalam keterangan tertulis KPK yang dikutip pada Jumat (1/10/2021).

1. Tugas Labuksi penting
KPK Lantik Mungki Hadipratikno Jadi Direktur Labuksi

Cahya mengatakan pelaksanaan tugas pelacakan aset, pengelolaan barang bukti dan eksekusi putusan pengadilan merupakan bagian penting dari rangkaian proses penanganan perkara di KPK. Sebab, hal itu mendukung kelengkapan alat bukti yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan, penyidikan dan penuntutan.

“Fungsi ini juga mendukung optimalisasi pemulihan keuangan negara melalui mekanisme penyitaan, perampasan, serta pembayaran uang pengganti,” jelasnya.

2. Sederet tugas yang dilakukan Direktur Labuksi
KPK Lantik Mungki Hadipratikto Sebagai Direktur Pelacakan Aset - Kabar24  Bisnis.com

Direktorat Labuksi melakukan pengadministrasian, penyimpanan dan perawatan terhadap aset-aset yang disita agar nilainya tidak terdepresiasi saat dilakukan lelang. Selain itu, KPK juga dapat melakukan Hibah Penetapan Status Penggunaan (PSP) kepada instansi lainnya.

Hibah PSP ini untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset yang telah ditetapkan pengadilan dirampas sebagai aset milik negara. Pelaksanaan tugas pelacakan aset, pengelolaan barang bukti dan eksekusi putusan pengadilan merupakan komitmen dan wujud nyata KPK mengoptimalkan pemulihan kerugian negara akibat korupsi melalui asset recovery.

Sehinggam penegakkan hukum terhadap kejahatan korupsi sebagai extra ordinary crime tidak sekadar menegakkan rasa keadilan, tapi juga memberi efek jera bagi pelaku. Selain itu, menjadi pembelajaran publik agar tidak mengulangi perbuatan serupa dan memberikan manfaat nyata melalui optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Konsep tersebut selaras dengan strategi Trisula Pemberantasan Korupsi yang mengintegrasikan ketiga upaya pencegahan, penindakan, dan pendidikan untuk menghasilkan pemberantasan korupsi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Maka prasyarat dari keberhasilan pemberantasan korupsi tersebut adalah komitmen, dukungan, pelibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

3. Mungki pernah berkarier di Kejaksaan
KPK Lantik Mungki Hadipratikno Jadi Direktur Labuksi

Mungki Hadipratikto sebelumnya berkarir di Kejaksaan RI. Ia bergabung di KPK sejak 24 Maret 2014 sebagai Jaksa Penuntut Umum.

Pada 29 Maret 2019, Mungki alih tugas dan menjabat sebagai Koordinator Unit Labuksi. Berdasarkan struktur baru KPK sesuai UU Nomor 19 tahun 2019, Mungki kemudian dilantik sebagai Plt Direktur Labuksi pada 10 Juni 2021.