Kuba Mencabut Izin Akreditasi Jurnalis Media Asal Spanyol

Kuba Mencabut Izin Akreditasi Jurnalis Media Asal Spanyol

Kuba Mencabut Izin Akreditasi Jurnalis Media Asal Spanyol – Akreditasi lima wartawan asal kantor berita EFE di Spanyol, dicabut oleh Pemerintah Kuba. Keputusan itu diambil menjelang rencana unjuk rasa yang akan dilakukan oleh sejumlah kelompok oposisi pada Senin, 15 November 2021.

EFE dalam pernyataannya mengatakan otoritas telah memanggil tiga editor, seorang fotografer dan seorang juru kamera televisi untuk memberitahu bahwa akreditasi mereka untuk melakukan peliputan berita di Kuba telah dicabut. Tidak dijelaskan oleh EFE apakah pencabutan akreditasi ini bersifat sementara atau permanen.

Bahkan, penarikan izin jurnalis itu disebut tidak memiliki alasan yang jelas lantaran pemerintah setempat tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.  Sementara itu, penarikan izin jurnalis EFE ini juga bertepatan sebelum aksi demonstrasi 15N yang dilangsungkan oleh para aktivis pro demokrasi.

1. Lima jurnalis terdampak aksi penarikan akreditasi pers dari otoritas Kuba

Pencabutan akreditasi jurnalis ini ditujukan kepada lima orang jurnalis media Spanyol EFE, meliputi tiga reporter, seorang fotografer dan kameramen. Namun, seorang reporter penulis teks dan kameramen sudah kembali mendapatkan akreditasinya.

Dilansir dari Reuters, Presiden EFE Gabriela Cañas mengatakan bahwa keputusan Pemerintah Kuba dalam mengembalikan akreditasi dua jurnalis itu tidak cukup. Ia juga meminta pemerintah negara Karibia itu untuk mengembalikan akreditasi tiga jurnalis lainnya

Di sisi lain, Sekretaris Negara Spanyol untuk Amerika Latin dan Karibia Juan Fernandez Trigo telah menghubungi Kedutaan Besar Kuba di Madrid untuk mengembalikan akreditasi pers kepada tiga jurnalis EFE lainnya.

“Di saat yang sama, Trigo juga menolak tuduhan bahwa EFE bekerja untuk kekuatan asing dan membela agensi media asal Spanyol itu sebagai referensi informasi internasional akibat dicabutnya akreditasi tiga jurnalis itu” kata juru bicara Kemenlu Spanyol.

2. Spanyol memanggil Dubes Kuba terkait alasan di balik masalah ini

Associated Press melaporkan, Menlu Spanyol José Manuel Albares pada Minggu sudah memanggil petinggi diplomat Kuba di Madrid untuk menjelaskan terkait pencabutan akreditasi pers kelima jurnalis EFE tersebut.

Kedutaan Besar Spanyol di Havana juga tengah bekerja sama dengan otoritas Kuba demi memastikan akreditasi milik jurnalis EFE itu dikembalikan. Pasalnya, akreditasi pers itu sangat penting dan dibutuhkan agar mereka dapat bekerja di Kuba.

Namun, diketahui bahwa hubungan diplomatik Kuba dan Spanyol saat ini dalam masa charge d’affaires. Hal ini disebabkan tidak adanya duta besar Kuba di Spanyol untuk sementara ini sesuai dengan keputusan Kemenlu Kuba.

Sementara itu, Federasi Jurnalis Spanyol mengatakan bahwa tindakan Kuba ini termasuk pelanggaran norma internasional terhadap kebebasan pers dan organisasi itu juga mendesak Pemerintah Kuba untuk memikirkan ulang keputusannya.

3. Spanyol akan terus tekan Kuba agar mengembalikan izin jurnalis EFE

Pemerintah Spanyol pada Senin (15/11/2021) mengatakan bila pihaknya tidak akan berhenti untuk menekan Kuba demi mengembalikan akreditasi pers pada semua jurnalis EFE yang dicabut beberapa hari lalu.

Menlu Spanyol, Jose Albares mengatakan jika, “Kami tidak akan berhenti untuk menanyakan pengembalikan akreditasi pers para jurnalis. Ini tidak dapat kita terima lantaran mereka mencabut akreditasi tanpa adanya alasan yang jelas.”

Bahkan, otoritas Kuba juga tidak memberikan kejelasan keputusan pencabutan ini hanya untuk sementara atau secara permanen. Selain itu, aksi ini dilakukan hanya berselang enam minggu setelah Pusat Pers Kuba mencabut akreditasi kepala biro EFE di Havana dan sehari menjelang protes pro demokrasi.

Salah seorang pemimpin demo anti pemerintah, Yunior Garcia Aguilera pada Minggu, mengatakan jika pemerintah telah melarangnya dan memblokir rumahnya sehingga ia tidak dapat pergi.

Sebelumnya, petinggi Partai Komunis Kuba sudah melarang adanya aksi protes 15N sebagai lanjutan dari protes pada Juli lalu. Bahkan, para partisipan demonstrasi diancam dipenjarakan apabila menyelenggarakan demo, dikutip dari La Prensa Latina.

Juru bicara EFE mengatakan Pemerintah Kuba belum memberikan alasan pencabutan akreditas untuk para wartawan mereka yang bertugas di Kuba. Sedangkan Kedutaan Besar Kuba di Madrid enggan memberikan komentar perihal ini saat dihubungi Reuters.

Sebelumnya sebulan lalu, wartawan EFE lainnya juga mengalami nasib serupa, yakni akreditasi mereka dicabut. Dengan begitu, EFE saat ini tidak punya wartawan yang bertugas meliput pemberitaan di Kuba.