Lakukan Hal ini Jika ada Keluarga yang Lagi Isoman Meninggal

Lakukan Hal ini Jika ada Keluarga yang Lagi Isoman Meninggal

Lakukan Hal ini Jika ada Keluarga yang Lagi Isoman Meninggal – Seorang pria berusia 25 tahun yang menjalani isolasi mandiri (isoman) ditemukan meninggal dunia di apartemen kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Selain itu, ratusan orang yang menjalani isolasi mandiri (isoman) dilaporkan meninggal dunia. Satgas Penanganan COVID-19 memberikan tanggapan.

Satgas COVID-19 mengimbau warga yang tidak mampu menjalani isolasi mandiri agar mendatangi fasilitas yang dapat memberi pelayanan. Dengan demikian, bahaya kematian bisa dihindarkan. Angka kematian pasien COVID-19 dalam beberapa pekan ini mengalami peningkatan.

Hingga Selasa, 13 Juli 2021, lebih dari 200 pasien COVID-19 meninggal dunia saat download apk open card idn isolasi mandiri (isoman) di rumah dijemput tim pemulasaran BPBD Kota Bekasi. Lalu, bagaimana bila ada keluarga meninggal saat isolasi mandiri? Humas BPBD Kota Bekasi, Rinto Butarbar mengatakan hal yang pertama yakni melapor ke puskesmas setempat. Pihak puskesmas nantinya akan membuat surat kematian.

1. Hubungi tim pemulasaran
M Idris: Pemulasaran Jenazah Covid-19 tak Dipungut Biaya | Republika Online

Selain itu, kata Rinto, keluarga pasien juga dapat menghubungi tim pemulasaran penjemputan jenazah COVID-19. Nantinya, tim pemulasaran akan datang ke rumah duka untuk merapikan jenazah hingga menguburkannya.

Rinto mengatakan, biasanya ketika petugas datang ke rumah duka, kondisi jenazah belum diapa-apakan, karena keluarga juga tidak berani mendekat.

“Ketika ada pasien atau jenazah yang terkonfirmasi COVID, maka keluarga gak berani berbuat apa-apa,” ucapnya.

Menurutnya, pihak keluarga hanya menunggu tim pemulasaran tiba. Selain itu, pihak keluarga juga tidak semuanya mengerti mengenai protokol dalam menangani jenazah COVID-19.

2. Jenazah dimandikan dan dimakamkan oleh tim pemulasaran

Kisah Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19, Baru Memakamkan Jenazah Ambulans  Langsung Mogok - Tribun Jabar

Rinto yang juga turut serta menjemput jenazah COVID-19 menceritakan, setelah jenazah diambil, petugas kemudian membawahnya ke rumah singgah. Di sini, jenazah dimandikan dan disalatkan.

“Kami bawa dulu ke rumah singgah untuk dimandikan,” ucapnya.

Setelah itu, barulah jenazah dibawa ke TPU untuk dimakamkan. Apabila ada keluarga yang ingin ikut juga diizinkan, asalkan taat protokol kesehatan dengan menjaga jarak.

3. Cara memanggil petugas pemulasaran BPBD Kota Bekasi
DMI DKI Latih Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Layanan pemulasaran BPBD Kota Bekasi ini lebih diutamakan untuk warga Kota Bekasi. Masyarakat dapat menghubungi 1500-444 (call center Kota Bekasi) atau 081283957877 (call center WA BPBD Kota Bekasi). Rinto mengatakan keluarga pasien dalam membuat panggilan harus menunjukkan surat positif COVID-19 atas nama pasien.a

“Layanan ini semuanya gratis, ini perintah langsung dari Pak Wali Kota,” kata Rinto.

Rinto mengatakan total ada 11 ambulans untuk mengevakuasi jenaxah COVID-19 isoman di rumah. “Kami berusaha cepat mengevakuasi, ketika ada antrean di TPU, kami akan sampaikan ke keluarga agar mereka tahu dan setelah selesai kami akan langsung meluncur,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, menilai kematian orang yang terpapar COVID-19 memang banyak faktornya. Di antaranya karena pasien mengalami pemburukan kondisi saat isolasi atau perawatan.

“Kalau terkait kematian banyak hal ya, bisa saja karena faktor ada penyakit komorbid misalnya ada (penyakit) jantung atau bisa juga perburukan dari kasus COVID-19-nya,” ucap dr Nadia.

Nadia menyebut jika orang terpapar COVID-19 memiliki riwayat penyakit penyerta atau mengalami pemburukan kondisi kesehatan lebih baik dibawa ke rumah sakit rujukan COVID-19. Dia menegaskan bahwa yang mestinya isolasi mandiri adalah orang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan.