Makedonia Deklarasikan Situasi Darurat Karena Krisis Energi

Makedonia Deklarasikan Situasi Darurat Karena Krisis Energi

Makedonia Deklarasikan Situasi Darurat Karena Krisis Energi – Krisis energi adalah kekurangan dalam persediaan sumber daya energi ke ekonomi. Krisis ini biasanya menunjuk ke kekurangan minyak bumi, listrik, atau sumber daya alam lainnya.

Krisis ini memiliki akibat pada ekonomi, dengan banyak resesi disebabkan oleh krisis energi dalam beberapa bentuk. Pemerintah Makedonia Utara mendeklarasikan situasi darurat di negaranya imbas krisis energi pada Selasa (9/11/2021). Kelangkaan bahan bakar minyak dan listrik menjadi salah satu permasalahan serius di negara-negara kawasan Balkan.

Sebelumnya, Moldova juga telah mendeklarasikan keadaan darurat di negaranya lantaran mengalami kelangkaan gas. Negara Eropa Timur itu mengalami krisis gas alam lantaran alotnya perpanjangan kontrak dengan perusahaan gas Rusia, Gazprom.

1. Makedonia Utara akan mengimpor listrik, batu bara, dan minyak bumi

Kebijakan darurat di Makedonia Utara terkait kelangkaan energi akan diberlakukan hingga 30 hari ke depan. Sesuai kebijakan ini, maka nantinya pemerintah akan mengeluarkan dana darurat untuk mengimpor suplai energi demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sedangkan, Menteri Ekonomi Makedonia Utara, Kreshik Bekteshi, mengutarakan keputusan ini dilakukan untuk mengurangi kapabilitas produksi domestik dan agar dapat bertahan dari meningkatnya harga listrik global.

Pemerintah Makedonia Utara akan mengucurkan dana sebesar 65 juta euro atau Rp1 triliun kepada perusahaan listrik negara MEPSO. Selain itu, dua perusahaan lainnya juga ditugaskan untuk mengimpor listrik, batu bara, dan minyak bumi, dikutip dari Euronews.

2. Kebakaran PLTU sebabkan kelangkaan listrik

Balkan Insight melaporkan, awal mulanya Makedonia Utara berencana untuk memitigasi kelangkaan energi dengan mengimpor batu bara berkualitas tinggi dan meningkatkan produksi listrik dari PLTU.

Namun, rencana itu pupus pada Minggu (7/11/2021) lantaran kebakaran di PLTU REK Bitola yang merupakan pembangkit terbesar di negara Balkan itu. Insiden itu mengakibatkan ditutupnya seluruh pembangkit dalam satu hari.

Meski sudah diperbaiki, hanya satu pembangkit yang dapat dioperasikan dan pembangkit kedua baru dapat beroperasi minggu depan. Sementara, pembangkit ketiga baru dapat dioperasikan bulan depan.

3. Harga listrik di Makedonia Utara diperkirakan akan naik

Bekteshi juga menjajikan bahwa tidak akan ada pembatasan penggunaan listrik terkait kebijakan ini. Namun, otoritas setempat memperingatkan soal kemungkinan kenaikan harga listrik untuk konsumen domestik pada Januari 2022.

Di sisi lain, Direktur MEPSO Kustrim Ramadani memperingatkan, Makedonia Utara akan menghadapi krisis energi lantaran mengonsumsi energi dua kali lipat dari produksi dalam negerinya.

Makedonia Utara diketahui memproduksi sekitar 88 persen listrik dari sumber domestik yang mayoritas berasal dari PLTU. Lebih dari 97 persen konsumsi batu bara digunakan untuk membangkitkan listrik.

Dubes Inggris, Rachel Galloway, mendesak Makedonia Utara untuk tetap berkomitmen pada strategi transisi energi 2020-2026 dan mulai mengurangi penggunaan batu bara secara bertahap, dikutip dari Euractiv.

Dalam sebuah ekonomi pasar harga persediaan energi, seperti minyak, gas atau listrik didorong oleh prinsip persediaan dan permintaan yang dapat menyebabkan perubahan mendadak dalam harga energi ketika persediaan atau permintaan berubah.

Namun dalam beberapa kasus energi krisis disebabkan oleh kegagalan pasar untuk menyesuaikan harga-harga dalam menjawab kepada kekurangan energi tersebut. Dalam kasus lainnya, krisis dapat disebabkan oleh berkurangnya pasar bebas. Beberapa ekonomis mengemukakan bahwa krisis minyak 1973 diperburuk oleh pengaturan harga.