Malaysia Menyatakan Siap Mengirim Pasukan ke Palestina

Malaysia Menyatakan Siap Mengirim Pasukan ke Palestina

Malaysia Menyatakan Siap Mengirim Pasukan ke Palestina – Konflik Israel dan Palestina semakin memanas, kekerasan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Israel terus membombardir Gaza, dan Hamas terus melepaskan rentetan roket ke kota-kota di seluruh Israel selatan. Dilansir The New York Times, upaya diplomatik belum menunjukkan kemajuan di tengah meningkatnya kerusakan yang terjadi akibat serangan terparah sejak konflik Israel dan Palestina pada 2014.

Serangan Israel ke Palestina yang paling mematikan sejauh ini terjadi pada hari Minggu, dengan sedikitnya 42 orang tewas, termasuk 10 anak-anak. Israel menyernag jaringan terowongan bawah tanah, menyebabkan tiga bangunan runtuh. Serangan itu merusak sebuah klinik medis yang dijalankan oleh kelompok bantuan Doctors Without Borders, memaksanya tutup.

Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, negaranya siap Daftar IDN Poker mengirim pasukan perdamaian ke Palestina jika diminta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena (Pengiriman pasukan perdamaian) melibatkan hukum internasional dan kami tidak dapat mengirim pasukan Malaysia sendiri. Kami tidak dapat membuat keputusan sepihak.

1. Malaysia terlibat aktif dalam berbagai misi perdamaian dunia
Malaysia Siap Kirim Pasukan ke Palestina Jika Diminta PBB

Ismail menambahkan, Malaysia aktif dalam berbagai misi perdamaian di bawah naungan PBB, seperti pengiriman pasukan ke Sierra Leone, Filipina, Sudan, dan Kongo. Malaysia juga menyampaikan kekecewaannya karena pertemuan Dewan Keamanan PBB gagal melahirkan resolusi.

Pernyataan Ismail disampaikan tidak lama setelah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam menyerukan intervensi internasional untuk mengatasi krisis Israel-Palestina. Mereka juga mendesak sidang Majalis Umum PBB darurat untuk menyikapi situasi terkini.

2. Mendesak Israel didakwa di Pengadilan Kriminal Internasional
Malaysia Siap Kirim Pasukan ke Palestina Jika Diminta PBB

Sementara itu, Perikatan Nasional (PN) Pemuda bersikeras agar Israel didakwa di Pengadilan Kriminal Internasional (Internatonal Criminal Court) atas penyerangan Masjid Al-Aqsa dan Jalur Gaza.

Mereka juga mendesak para pemimpin dan organisasi internasional untuk mengutuk penindasan dan pendudukan Israel atas Palestina. Mereka juga meminta supaya Amerika Serikat dapat bersikap adil dalam mewujudkan solusi dua negara.

“(Kami) setuju dengan sikap pemerintah Malaysia yang mendukung solusi dua negara yang adil berdasarkan perjanjian perbatasan pra-1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kota Palestina, sebagai satu-satunya solusi untuk konflik Palestina-Israel,” demikian keterangan dari PN Pemuda sebagaimana dikutip dari FMT.

3. Lebih dari 217 orang meninggal dunia
Malaysia Siap Kirim Pasukan ke Palestina Jika Diminta PBB

Dilansir dariĀ Al Jazeera, sedikitnya 217 orang meninggal dunia sejak Gaza dihujani bom pada 10 Mei 2021, termasuk 63 anak-anak, dan lebih dari 1.500 orang luka-luka.

Akibat serangan itu, lebih dari 725 hancur, 17 ribu orang kehilangan tempat tinggal, dan 250 ribu orang tidak memiliki akses terhadap air bersih.

Di tengah kecaman internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru berjanji untuk terus menggempur Gaza dengan kekuatan penuh hingga kepentingan negaranya tercapai. Dia berdalih serangan tersebut diarahkan untuk melawan Hamas yang dicap sebagai teroris.

Dalam sepekan terakhir, serangan Israel di Gaza telah menewaskan 212 orang, termasuk 61 anak-anak, dan melukai sekitar 1.400 orang, menurut otoritas kesehatan Palestine.Israel sudah mendapatkan kecaman di seluruh dunia dan menyebabkan protes yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di kota-kota termasuk Baghdad, Berlin dan London.