Mantan Bupati Kutai Timur Jalani Hukuman di Lapas Tangerang

Mantan Bupati Kutai Timur Jalani Hukuman di Lapas Tangerang

Mantan Bupati Kutai Timur Jalani Hukuman di Lapas Tangerang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Bupati Kutai Timur, Ismunandar dan mantan Ketua DPRD Kutai Timur, Encek Unguria Riarinda Firgasih ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tangerang.

Encek diketahui merupakan istri Ismunandar. Keduanya adalah terpidana perkara suap terkait pekerjaan infrastruktur di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur tahun 2019-2020.

Bupati Kutai Timur nonaktif Ismunandar dieksekusi Komisi apk idn poker Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Tangerang, Banten. Di sana, Ismunandar bakal menjalani hukuman penjara tujuh tahun.

1. Ismunandar juga harus bayar ganti rugi Rp27,4 miliar
Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri Halaman all - Kompas.com

Selain itu, KPK juga memberi Ismunandar tenggat waktu satu bulan untuk membayar uang ganti rugi Rp27.438.812.973 setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Apabila tak bisa membayar, hartanya akan disita dan dilelang untuk menutupinya.

“Apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama tiga tahun,” kata Ali.

2. Ketua DPRD Kutai Timur juga dieksekusi ke penjara
KPK Jebloskan Bupati Kutai Timur Ismunandar ke Lapas Tangerang

Tak hanya Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur nonaktif Encek Unguria RIarinda Firgasih yang juga istri Ismunandar, juga dijebloskan ke penjara. Ia akan menjalani hukuman penjara enam tahun yang dikurangi selama masa penangkapan dan berada di dalam tahanan.

KPK mewajibkan Encek membayar denda Rp300 juta. Apabila tak mencukupi, lembaga antikorupsi akan menyita hartanya dan melelangnya. Jika hal itu tidak disanggupi, maka Encek harus mendekam di penjara lima bulan lebih lama dari yang seharusnya.

Selain denda, Encek juga diminta membayar uang pengganti senilai Rp629,7 juta dalam waktu sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Apabila tak memenuhi, KPK akan menyita hartanya dan melelangnya.

“Apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun,” kata Ali.

3. Kasus korupsi ini melibatkan tujuh orang
Segini Kekayaan Bupati Kutai Timur Ismunandar Yang Ditangkap KPK

Ismunandar terbukti menerima suap terkait proyek di Kutai Timur, dan terbukti menerima suap dari pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Kutim hingga Rp22 miliar. Sementara, istrinya selaku Ketua DPRD Kutim juga menerima uang dari pejabat di lingkungan Pemkab Kutim.

Kasus korupsi ini menjerat tujuh orang, termasuk Encek dan Ismunandar. Mereka adalah Kepala BPKAD Suriansyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aswandi, Kepala Bapenda Musyaffa, Aditya Maharani selaku kontraktor, dan Deki Aryanto selaku rekanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, eksekusi terhadap Ismunandar dan Encek telah dilakukan pada Kamis 26 Agustus 2021 berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Samarinda Nomor 37/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Smr tanggal 15 Maret 2021 jo putusan Pengadilan Tipikor pada PT Samarinda Nomor 3/PID-TPK/2021/PT SMR tanggal 3 Juni 2021.

Ismunandar dijebloskan ke Lapas Kelas I Tangerang untuk menjalani pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama masa penangkapan dan berada dalam tahanan.

Dia juga diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp 500 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.