Mantan Presiden Bolivia Melakukan Percobaan Bunuh Diri

Mantan Presiden Bolivia Melakukan Percobaan Bunuh Diri

Mantan Presiden Bolivia Melakukan Percobaan Bunuh Diri – Jeanine Áñez Chávez adalah seorang politisi dan pengacara Bolivia, yang menjadi Presiden sementara Bolivia setelah pengunduran diri pemerintah Evo Morales. Dia sebelumnya adalah Senator oposisi dari Beni.

Politiknya digambarkan sangat anti-Evo Morales, yang merupakan pendahulunya sebagai Presiden Bolivia. Antara 2006 dan 2008, ia menjabat sebagai anggota majelis konstituante untuk penyusunan piagam konstitusi yang baru. Dia adalah anggota Majelis Konstituante untuk komisi organisasi dan struktur negara, juga bekerja sebagai bagian dari Kehakiman.

Kondisi dari mantan Presiden Bolivia, Jeanine Anez, pada hari Minggu, 22 Agustus 2021, waktu setempat sudah dalam keadaan stabil setelah sebelumnya melakukan percobaan apk idn poker bunuh diri di  penjara pada hari Sabtu, 21 Agustus 2021, lalu. Putri dari Anez mengungkapkan ibunya mengalami depresi parah karena penahanannya yang berkepanjangan.

1. Menurut pengacaranya, ini adalah bentuk seruan minta tolong dari seorang mantan Presiden Bolivia

Dilansir dari Aljazeera.com, Jeanine Anez yang saat ini sedang di penjara berada dalam kondisi stabil saat ini setelah mencoba melakukan bunuh diri setelah jaksa setempat mendakwanya dengan kasus genosida atas kematian para demonstran tahun 2019 lalu.

Direktur penjara setempat, Juan Carlos Limpias, pada hari Minggu, 22 Agustus 2021, waktu setempat mengatakan pihaknya tanpa ragu kesehatan Anez sudah stabil. Ia menambahkan saat ini, dia bersama keluarganya di lembaga permasyarakatan dan keluarga akan menjadi faktor paling penting untuk membantu meningkatkan kondisi pikirannya.

Putri Anez, Carolina Ribera, mengatakan ibunya mengalami depresi parah dan pengacara Anez, Norma Cueller, mengatakan ini merupakan seruan minta tolong dari mantan Presiden Bolivia serta dia merasa sangat dilecehkan.

Pada hari Jumat, 20 Agustus 2021, lalu Jaksa Agung Bolivia, Juan Lanchipa, mengumumkan tuduhan genosida terhadap Anez atas dua insiden pada November 2019. lalu, di mana total korban tewas menjadi 22 orang dalam bentrokan dengan polisi setempat.

2. Keluarga Anez telah berulang kali meminta pemerintah Bolivia untuk memindahkannya ke rumah sakit
Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Eks Presiden Bolivia Kini Stabil

Oposisi Bolivia menyatakan menyesalkan perlakuan pemerintah Bolivia terhadap Anez dan menyerukan pembebasannya. Mantan Presiden Bolivia lainnya, Carlos Mesa, menuntut diakhirinya pemenjaraan politik dan meminta penyelidikan independen atas kondisinya.

Keluarga Anez sendiri berulang kali meminta pemerintah untuk memindahkannya ke rumah sakit untuk perawatan hipertensi dan kondisi lainnya.

Anez diketahui melakukan upaya bunuh diri dengan memotong lengah bawahnya saat berada di penjara. Beruntung, kondisinya masih bisa diselamatkan setelah dokter setempat datang dan menemukannya dengan kondisi luka-luka, sehingga tangan kirinya mengalami 3 luka dan telah dijahit.

Pada hari Rabu, 18 Agustus 2021, lalu Anez sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit dari penjara dan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam 2 minggu terakhir menjalani perawatan di rumah sakit.

Dokter mengatakan dia menjalani pemeriksaan thorax dan menderita hipertensi. Pada akhirnya, dia dikembalikan ke penjara setempat.

3. Pada bulan Maret 2021 lalu, Anez bersama beberapa mantan menteri Bolivia ditangkap
Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Eks Presiden Bolivia Kini Stabil

Sekitar bulan Maret 2021 lalu, Anez bersama beberapa mantan menteri Bolivia telah ditangkap dan jaksa mengatakan dia bersama para menteri ikut ambil bagian dalam kudeta terhadap Presiden Bolivia saat itu, Evo Morales, pada tahun 2019 lalu.

Morales mundur dari jabatannya serta melarikan diri dari Bolivia setelah panglima militer mendesaknya untuk mundur di tengah protes atas tuduhan kecurangan dalam pemungutan suara ketika itu.

Anez mengatakan dia adalah korban dari dendam politik oleh Partai Sosialis Bolivia. Partai tersebut menang telak dalam Pemilu Presiden Bolivia dan Kongres pada Oktober 2020 lalu, yang membuka jalan bagi Morales untuk kembali ke Bolivia dari Argentina serta mengambil alih kepemimpinan Partai Mas.

Sebagai senator paling senior di Bolivia, Anez ditunjuk menjadi Presiden Bolivia sementara usai Morales melarikan diri. Akan tetapi, para anggota Partai Mas menuduhnya bersekongkol dengan polisi dan tokoh militer yang merekayasa penggulingannya.

Atas penahanan tersebut, Anez menghadapi tuduhan terorisme, hasutan, dan konspirasi. Presiden Bolivia, Luis Arce, sebelumnya berjanji untuk mengejar mereka yang dituduh telah melakukan kudeta.

Oposisi Bolivia mengecam kurangnya pemisahan kekuasaan di Bolivia dengan mengatakan pengadilan, badan Pemilu dan kantor kejaksaan setempat semuanya setia kepada pemerintahan Arce.

Menyusul pengunduran diri pemerintah Evo Morales pada 10 November 2019, ia menjadi pejabat peringkat tertinggi dalam garis suksesi menjadi presiden Bolivia, dan menjabat sebagai presiden pada 11 November 2019 setelah mengadakan Senat untuk secara resmi menerima pengunduran diri dari hari sebelumnya.

Áñez menjadi Presiden Bolivia pada 12 November 2019 setelah pengunduran diri Presiden Evo Morales dan pengunduran diri mendadak pemerintah lainnya pada 10 November 2019 Karena keterlibatan militer dalam pengunduran diri, peristiwa tersebut disebut kudeta oleh beberapa kritik.