Mantan Wakil Presiden Diculik oleh Tentara Rakyat Paraguay

Mantan Wakil Presiden Diculik oleh Tentara Rakyat Paraguay

Mantan Wakil Presiden Diculik oleh Tentara Rakyat Paraguay – Oscar Denis Sánchez (lahir 2 Oktober 1946, di Concepción ) adalah seorang politikus  Paraguay dan mantan Wakil Presiden . Ia terpilih pada Juni 2012. Setelah terpilih, ia menjadi Senator di Senat Paraguay. Denis diculik bersama salah satu karyawannya, pada 9 September 2020 di dekat Concepción, tidak jauh dari lokasi di mana tentara Paraguay membongkar area pelatihan Tentara Rakyat Paraguay (EPP) seminggu sebelumnya.

Pada 11 September secara resmi terungkap bahwa organisasi ini bertanggung jawab atas penculikan tersebut. Denis dan seorang karyawan berusia 21 tahun pergi mengunjungi bagian dari pertanian, tetapi seorang pekerja menemukan kendaraan politisi itu ditinggalkan dan tidak ada tanda-tanda kedua pria itu. Putri Denis mengatakan kepada ABC Color bahwa ayahnya pergi mengunjungi seorang karyawan yang terluka ketika dia ditangkap. Dia mengatakan cincin kawin dan arlojinya ditemukan di truk yang ditinggalkan.

Mereka pergi untuk melihat lokasi di mana dia diculik pada Rabu malam, kata mereka. Otoritas Paraguay masih belum menemukan Daftar IDN Poker keberadaan mantan Wakil Presiden Paraguay, Oscar Denis, yang diculik oleh Tentara Rakyat Paraguay (EPP). Hal ini memancing kritikan dari pihak keluarga yang menganggap pemerintah tidak serius menangani kasus penculikan ini.  Sejak September lalu, Oscar Denis beserta dua orang lainnya telah diculik oleh anggota Tentara Rakyat Paraguay (EPP) yang merupakan kelompok pemberontak sayap kiri di negara Amerika Selatan tersebut.

1. Keluarga Oscar Denis ungkapkan kritikan kepada Pemerintah Paraguay

Pada hari Sabtu (05/06/2021), istri beserta anak-anak Oscar Denis mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemerintah Paraguay terkait belum diketahuinya kabar terbaru dari mantan Wakil Presiden Paraguay Oscar Denis. Meskipun mantan wapres yang menjabat tahun 2012-2013 tersebut telah diculik Tentara Rakyat Paraguay (EPP) sejak September 2020 lalu.

Dilansir La Nacion, keluarga Denis mengklaim bahwa pemerintah terlihat acuh dan tidak serius dalam mencari ayahnya dan dua orang yang diculik lainnya yakni Félix Urbieta dan Edelio Morínigo. Salah seorang anaknya bernama Beatriz Denis mengatakan bahwa, “Kami tidak mendapatkan kabar terbaru dari penculik dan kami tidak mendapat progres apapun dari pemerintah.” 

2. Adanya keengganan pemerintah untuk bermediasi dengan EPP

Dikutip dari Swiss Info, beberapa bulan sebelumnya sudah ada mediasi antara Palang Merah Paraguay untuk membebaskan Denis. Namun pemerintahan Mario Abdo Benitez menolak kemungkinan perundingan lantaran akan berujung pengakuan status kelompok bersenjata EPP.

Bahkan penolakan pemerintah untuk berunding dengan EPP menuai kecaman dari anak Denis tersebut yang menuding Pemerintah Paraguay tidak bisa menjamin keamanan warganya dan menyebut sumber daya untuk keamanan justru dialokasikan untuk kepentingan lain.

Menurut keterangannya, Beatriz Denis berkata, “Dia menolak untuk memperbolehkan Palang Merah untuk melakukan mediasi, malah memrioritaskan argumen politik di atas keamanan dan nyawa penduduk Paraguay. Ini waktunya pemimpin politik Paraguay untuk beraksi. Kami ingin mereka melakukannya. Kami ingin mereka menjamin keamanan kita semua. Kami ingin tiga orang yang diculik itu kembali.”

3. Oscar Denis ditangkap ketika mengunjungi peternakannya

Óscar Denis sebelumnya sudah ditangkap oleh pasukan bersenjata pada 9 September 2020, ketika bertolak dari peternakan miliknya bernama La Tranquerita yang terletak di Departemen Concepcion dan Amambay. Anggota Tentara Rakyat Paraguay (EPP) diduga langsung menyergap kendaraannya ketika sedang berkendara bersama rekannya Adelio Mendoza.

Pihak EPP pernah menghubungi keluarga Denis dan memintanya untuk memberikan donasi makanan kepada komunitasnya sebesar 2 juta dolar AS. Mereka juga meminta untuk mengadakan barter, di mana berjanji untuk membebaskan Denis beserta dua orang lainnya apabila bersedia membebaskan ketua EPP bernama Carmen Villalba dan Alcides Oviedo Britez yang ditahan sejak 2003, dilansir dari Ultima Hora.

EPP adalah kelompok pemberontak Marxis kecil yang telah melakukan serangkaian penculikan dan pembunuhan di Paraguay. Salah satu sumber pendapatan utama kelompok ini adalah penyelundupan mariyuana dan uang tebusan yang dibayarkan untuk mereka yang diculik. Selama beberapa tahun terakhir, pemberontak telah menggusur sejumlah pemukim Mennonite dari daerah yang mereka ingin kendalikan .