Mendagri Bagikan 4 Menu ‘Sarapan’ Kepling Untuk Atasi Covid

Mendagri Bagikan 4 Menu ‘Sarapan’ Kepling Untuk Atasi Covid

Mendagri Bagikan 4 Menu ‘Sarapan’ Kepling Untuk Atasi Covid – Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan dalam negeri. Antisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca-libur Idul Fitri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut, pentingnya kekompakan pemerintah pusat dan daerah.

Kementerian Dalam Negeri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Momentum hari raya adalah salah satu yang perlu diwaspadai dan disikapi dengan kekompakan pemerintah pusat dan daerah,” ujar Tito dalam keterangan resminya, Selasa (18/5/2021).

Kementerian Dalam Negeri merupakan salah satu dari tiga kementerian (bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan) yang disebutkan secara eksplisit dalam UUD 1945. Kementerian Dalam Negeri tidak dapat diubah atau dibubarkan oleh presiden. Maka itu, Dikutip dari Daftar Slot Live22 Tito meminta kepala daerah memanfaatkan Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) selaku ketua forum tersebut, salah satunya dengan memberikan menu ‘sarapan’ kepada seluruh kepala daerah.

1. Menu sarapan bagi Forkopimda dalam mengendalikan pandemik COVID-19

Dalam mengendalikan pandemik COVID-19, Tito memberikan menu ‘sarapan pagi’ untuk seluruh kepala daerah dan Forkopimda yang terdiri dari empat indikator.

Indikator tersebut antara lain tren angka positif (positive rate) yang harus naik, angka kesembuhan (recovery rate) yang harus naik, angka kematian (fatality rate) yang harus terus menurun, dan angka ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 (bed occupancy ratio) yang harus di bawah 50 persen.

2. Penanganan perlu melibatkan kebersamaan stakeholder

Penaganan COVID-19, menurut Tito, memerlukan kebersamaan lintas stakeholder, terutama dalam mengendalikan masyarakat.

Maka itu, kepala daerah diminta benar-benar memanfaatkan Forkopimda, sehingga kompak dan sinergi dalam mengambil serta melaksanakan kebijakan di daerahnya masing-masing.

3. Indonesia mampu menekan laju pandemik, namun tetap waspada

Sampai saat ini, kata Tito, Indonesia dinilai mampu mengendalikan laju pandemik. Namun, dia menegaskan, semua pihak tetap waspada, mengingat dinamika lonjakan kasus kerap disumbang dari masa liburan.

Telebih lagi, hingga saat ini penyebaran COVID-19 tingkat global belum dapat dibendung, sehingga kebijakan pengendalian yang tepat sangat dibutuhkan.

“Dinamika kondisi dan potensi kerawanan lonjakan COVID-19 pada masa liburan sekitar hari raya, kenaikan kasus beberapa negara yang secara geografis dekat dengan Indonesia, serta adanya beberapa varian baru COVID-19 memerlukan kewaspadaan yang tinggi dan langkah-langkah yang tepat oleh semua pengambil kebijakan,” kata Tito.