Menkominfo Meminta Masyarakat Untuk Segera Vaksinasi COVID19

Menkominfo Meminta Masyarakat Untuk Segera Vaksinasi COVID19

Menkominfo Meminta Masyarakat Untuk Segera Vaksinasi COVID19 – Pelaksanaan vaksinasiĀ  bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah COVID-19. Vaksin bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

Pelayanan vaksinasi dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi dan dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi apk idn poker . Dia memastikan semua merek vaksin yang ada di Indonesia, dari mulai vaksin CoronaVac, Moderna dan Pfizer, aman dan berkhasiat untuk masyarakat.

1. Belum ada bukti ilmiah vaksin merek Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, atau Moderna tak mampu lawan varian Delta

Triple-Helix Key-Factors Menuju Sukses Vaksinasi Covid-19 | Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan

Johnny mengatakan, belum ada bukti ilmiah ataupun jurnal medis yang menunjukkan. Bahwa vaksin-vaksin seperti Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, atau Moderna tidak efektif melawan varian delta.

“Semua vaksin yang saat ini ada di Indonesia sudah melalui kajian dari BPOM dan sudah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) serta selalu dilakukan pengawasan,” katanya.

2. Masyarakat tidak perlu berbondong-bondong mencari merek vaksin tertentu
Menkominfo: Tidak Perlu Pilih Merek Vaksin, Semua Bisa Lawan Delta!

Johnny meminta masyarakat tidak perlu berbondong-bondong mencari merek vaksin tertentu. Dia mengingatkan, menunda vaksinasi hanya karena merek akan membahayakan diri. Dan orang lain karena risiko sakit berat bila terkena COVID-19 akan semakin tinggi.

“Segera vaksin sebelum terlambat dan selalu disiplin protokol Kesehatan. Virus COVID-19 adalah ancaman yang nyata dan ada di mana saja. Vaksinasi penting untuk membuat diri kita terlindungi dan mengurangi risiko sakit berat apabila kelak terpapar COVID-19,” tegas Johnny.

3. Vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi COVID-19
Menkominfo: Tidak Perlu Pilih Merek Vaksin, Semua Bisa Lawan Delta!

Johnny memaparkan, evaluasi efektivitas vaksin yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi COVID-19. Serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan.

“Studi ini dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari sampai Juni 2021,” imbuhnya.

Pengamatan dilakukan terhadap kasus konfirmasi positif COVID-19, perawatan, dan kematian karena COVID-19 pada tiga kelompok tenaga kesehatan, yaitu yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap (dosis kedua), dan yang belum divaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasiĀ  bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah COVID-19. VaksinĀ  bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan. Atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait. Dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Coronavirus Disease. Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya. Saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita COVID-19 dapat dilakukan.

Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah. Yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi COVID-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan.