Para Warga Mengalami Keracunan Logam Berat Berbahaya di Peru

Para Warga Mengalami Keracunan Logam Berat Berbahaya di Peru

Para Warga Mengalami Keracunan Logam Berat Berbahaya di Peru – Republik Peru adalah sebuah negara di Amerika Selatan bagian barat, berbatasan dengan Ekuador dan Kolombia di utara, Brasil di timur, Bolivia di timur, tenggara, dan selatan, Chili di selatan, dan Samudra Pasifik di barat.

Peru merupakan negara yang kaya dalam budaya antropologi dan dikenal sebagai tempat lahir Kerajaan Inca yang beribu kota di Machu Picchu. Ribuan warga pribumi di Peru mengalami krisis kesehatan setelah positif menelan zat logam berat yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Insiden ini diduga berakitan dengan aktivitas Daftar Live22 pertambangan yang lokasinya tidak jauh dari desa mereka. Pemerintah Peru masih melakukan kajian lebih lanjut mengenai kejadian ini yang terkait dengan pertambangan. Diketahui Peru merupakan salah satu negara penghasil mineral terbesar di dunia.

1. Ribuan warga pribumi alami keracunan logam berat

Sekitar 8.000 warga pribumi dari Suku K’ana di Provinsi Espinar mengalami keracunan massal akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung logam berat.

Bahkan menurut ketua Amnesty International Amerika Erika Guevara Rosas mengatakan bahwa, “Bukti dari penelitian menunjukkan bahwa komunitas Espinar menghadapi krisis kesehatan dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah setempat. Sebelum terjadinya kelalaian dari layanan kesehatan di Peru.” Pihak organisasi Amnesty International juga mengklaim bahwa Pemerintah Peru seharusnya menjamin kesehatan warga pribumi.

Organisasi itu juga menuding pemerintah setempat gagal dalam memberikan hak kesehatan dan gagal dalam melindungi masyarakatnya.

2. Ditemukan beberapa logam berat dalam tubuh warga pribumi

Dikutip dari La Jornada, kandungan logam berat dalam tubuh warga di Peru di antaranya adalah arang, cadmium, arsenik, merkuri dan mangan. Seluruh kandungan zat berbahaya tersebut diketahui berdasarkan investigasi selama tiga tahun lamanya.

Bahkan sudah menjangkiti 11 komunitas pribumi yang terdampak oleh pertambangan. Seluruh kandungan logam kecuali mangan diketahui berbahaya bagi tubuh manusia yang dapat memicu beberapa gejala seperti mual, muntah, bahkan memicu kanker serta masalah liver.

Pada investigasi tersebut mengikutsertakan analisis logam dan racun dari 150 sampel relawan dan kualitas air pada 292 titik.

3. Peru salah satu negara pemroduksi mineral terbesar di dunia
Ribuan Warga Pribumi Peru Mengalami Keracunan Logam Berat Berbahaya

Kasus kontaminasi logam berat di teritori masyarakat pribumi Peru diduga disebabkan aktivitas pertambangan. Mengingat Peru selama ini merupakan salah satu produsen tembaga, emas, perak, seng, dan arang terbesar di dunia.

Bahkan sekitar 16 persen investasi swasta di Peru berasal dari sektor pertambangan, sehingga nilai ekspornya mencapai 60 persen dan mampu menyerap 1,8 juta pekerja langsung maupun tidak langsung, dilansir dari France24.

Selain menjangkiti warga pribumi, masyarakat juga kerap melakukan protes terkait dampak buruk dari pertambangan. Menurut kantor Ombudsman mengatakan jika aktivitas pertambangan telah menyulut 41 persen konflik sosial di Peru selama ini.

Pihak Amnesty International mengatakan jika sekitar 10 juta orang atau satu per tiga penduduk Peru beresiko terpapar logam berat dan 20 persen di antaranya beresiko terkontaminasi arsenik.

Peru mengumumkan kemerdekaannya dari Spanyol pada 28 Juli 1821 berkat aliansi antara tentara Argentina José de San Martín, dan tentara Neogranadine Simon Bolivar. Presiden terpilih pertamanya, tetapi, tidak berkuasa sampai 1827. Dari 1836 sampai 1839 Peru, dan Bolivia menjadi satu dalam Konfederasi Peru-Bolivia, dibubarkan setelah konflik bersenjata dengan Chili dan Argentina. Antara tahun-tahun ini, ketidakamanan politik tidak berakhir, dengan tentara sebagai kekuatan politik yang penting.