Paraguay Setuju Membeli Vaksin Tapi Menolak Politik Tiongkok

Paraguay Setuju Membeli Vaksin Tapi Menolak Politik Tiongkok

Paraguay Setuju Membeli Vaksin Tapi Menolak Politik Tiongkok – Cina menjanjikan sekitar setengah miliar dosis vaksinnya untuk lebih dari 45 negara, demikian menurut penghitungan yang ditelusuri kantor berita Associated Press. Cina mengklaim mereka mampu menghasilkan setidaknya 2,6 miliar dosis tahun ini.

Sebagian besar populasi dunia akan menerima vaksin inokulasi Cina yang sederhana dan teknologi lawas, tanpa menunggu vaksin Barat yang dianggap ‘mewah‘ dalam ‘menjual‘ tingkat keefektifan. Namun di tengah kelangkaan data publik tentang vaksin Cina, di negara-negara yang bergantung pada Sinovac, muncul keraguan akan kemanjuran dan keamanannya.

Kecemasan itu datang bersamaan dengan kekhawatiran terhadap meningkatnya kebergantungan kepada Club388 Indonesia Cina. Pemerintah Paraguay sudah membuka kemungkinan pembelian vaksin dari Tiongkok, tapi menolak jika ada unsur politik di baliknya. Selain itu, Paraguay mengaku tidak akan mengubah hubungan atau pengakuannya atas kedaulatan negara Taiwan yang diklaim sebagai bagian dari Tiongkok.

1. Bersedia membeli vaksin dari Tiongkok
Paraguay Tolak Unsur Politik Tiongkok Terkait Vaksin COVID-19

Pada hari Selasa (20/04/2021) Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez mengungkapkan kebersediaanya untuk membeli vaksin asal Tiongkok. Ia mengatakan dalam konferensi pers jika, “Kami tidak memiliki masalah membeli vaksin dari manapun. Sekarang kita tidak akan menerima bentuk apapun ancaman untuk membeli vaksin, tapi kita meminta dan kita terbuka untuk bekerja sama dengan pabrik di Tiongkok tanpa adanya perubahan diplomatik dengan Taiwan.”

Melansir dari Infobae, Paraguay selama ini menjadi satu-satunya 15 negara di Amerika Selatan yang mengakui kedaulatan Taiwan, sedangkan hubungannya dengan Tiongkok hanya dijembatani melalui sektor swasta. Bahkan para pebisnis juga mendesak Abdo Benitez untuk menyetujui hubungan diplomatik dengan Tiongkok.

2. Presiden Abdo Benitez optimis dengan pasokan vaksin

Mengutip dari El Diario, Presiden Mario Abdo Benitez juga mengatakan apabila ia cukup optimis dengan pasokan vaksin di Paraguay dan berharap bisa terus menerima dosis vaksin sepanjang tahun ini. Diketahui Paraguay baru melakukan imunisasi kepada tenaga kesehatan dan sebagian penduduk lansia.

Pemerintah Paraguay juga sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan India, Bharat Biotech untuk menyediakan 2 juta pasokan vaksin Covaxin. Nantinya sebanyak 100 ribu dosis vaksin asal India itu diperkirakan datang pekan depan, dilansir dari Taipei Times.

Sebelumnya Paraguay menemui sejumlah masalah terkait pembelian vaksin dan hanya menggantungkan pada bantuan 4,3 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui program multilateral Covax. Namun hingga kini negara Amerika Selatan tersebut baru menerima 36 ribu dosis vaksin AstraZeneca.

3. Paraguay berminat membeli vaksin dari Kuba
Paraguay Tolak Unsur Politik Tiongkok Terkait Vaksin COVID-19

Paraguay kini masih melanjutkan studi terkait seluruh vaksin yang tersedia di pasar dan akan menentukan vaksin yang paling memungkinkan. Presiden Kongres Paraguay, Oscar Salomon juga sudah mengumumkan pada Senin (19/04) lalu jika berminat untuk membeli vaksin Kuba dan sudah bertemu dengan Duta Besar Kuba di Paraguay Raul Gortazar.

Menteri Luar Negeri Paraguay Euclides Acevedo juga sudah bertemu dengan duta besar Paraguay di Kuba Bernardino Cano untuk menerima laporan teknis soal pengembangan vaksin dan analisis kemungkinan pembelian ketika sudah diterima WHO. Nantinya ilmuwan dari Kementerian Kesehatan akan meneliti lebih jauh laporan pada vaksin buatan Kuba tersebut, dikutip dari laman El Diario.

Hingga Rabu (21/04/2021) negara berpenduduk 7 juta jiwa tersebut sudah melaporkan sebanyak 257.706 kasus dengan kematian sebesar 5.561 jiwa. Serta diketahui terdapat lonjakan kasus COVID-19 di Paraguay belakangan ini disebabkan masuknya varian P1 asal Brasil.