Pemerintah AS Mendeportasi Warga Haiti di Wilayah Perbatasan

Pemerintah AS Mendeportasi Warga Haiti di Wilayah Perbatasan

Pemerintah AS Mendeportasi Warga Haiti di Wilayah Perbatasan – Pemerintah Amerika Serikat telah memulangkan keluarga-keluarga migran Haiti ke negara mereka yang marak dengan kekerasan geng, setelah mencoba memasuki AS dari Meksiko. Para migran pun melontarkan kemarahan mereka kepada Presiden AS Joe Biden. Sebelumnya deportasi migran Haiti sempat dihentikan sementara oleh Washington setelah gempa bumi dahsyat melanda negara Karibia itu bulan lalu.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Joe Biden pada hari Jumat (17/9) akan mendeportasi warga Haiti yang berada di perbatasan mereka. Warga Haiti yang jumlahnya ribuan, rencananya akan dipulangkan dengan pesawat mulai minggu depan. Haiti adalah salah satu negara di Kepulauan Karibia yang miskin dengan jumlah populasi sekitar 11 juta orang.

Negara tersebut telah dirundung masalah seperti infrastruktur sosial yang minim, presidennya tewas dibunuh dan kemudian gempa bumi yang juga telah menimbulkan kesengsaraan bagi warga. Ribuan orang Haiti telah menembus perbatasan Meksiko untuk mencari suaka di AS. Banyak dari mereka saat ini terdampar di sebuah kota kecil perbatasan di Texas yang bernama Del Rio.

1. Perlindungan untuk warga Haiti atas nama kemanusiaan

Menurut Border Report, gempa bumi berkekuatan 7,2 skala richter yang dengan dahsyat menghantam Haiti adalah salah satu faktor yang memicu ribuan orang Haiti untuk mencari suaka di AS. Selain itu, pembunuhan presiden juga faktor lain yang membuat keamanan negara tersebut menjadi tidak stabil.

Presiden Joe Biden telah memberikan status perlindungan sementara bagi warga Haiti. Itu dikeluarkan pada bulan Mei lalu atas nama kemanusiaan, sebelum presiden Haiti tewas dibunuh dan bencana gempa bumi melanda.

Dilansir dari CNN, Alejandro Mayorkas yang menjabat sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri saat itu mengatakan “Haiti saat ini mengalami masalah keamanan yang serius, kerusuhan sosial, peningkatan pelanggaran hak asasi manusia, kemiskinan yang melumpuhkan, dan kurangnya sumber daya dasar, yang diperburuk oleh pandemi COVID-19.”

Ribuan orang yang kemudian mencari perlindungan ke AS mengalami hambatan. Kemacetan proses administrasi dan kurangnya fasilitas di bagian pedesaan Texas membuat ribuan orang tertahan dan hidup di bawah kolong jembatan.

Walikota kota perbatasan Del Rio, Texas, yang bernama Bruno “Ralphy” Lozano telah mengumumkan darurat lokal untuk menutup lalu lintas menuju jembatan internasional yang mengarah ke Meksiko. Di tempat itu, 12.500 migran yang sebagian besar orang Haiti saat ini tertahan.

2. Sekitar 500 warga Haiti lainnya telah melintasi Meksiko menuju perbatasan AS

Selain dari ribuan warga Haiti yang telah tertahan di perbatasan, saat ini dilaporkan ada sekitar 500 warga Haiti lainnya yang telah menuju perbatasan AS. Mereka melintasi Meksiko dengan berjalan kaki setelah bus yang mereka naiki diberhentikan oleh otoritas yang berwenang.

Para migran itu, termasuk beberapa di antaranya keluarga dengan anak-anak yang mereka gendong. Mobil polisi negara bagian Meksiko menemani para migran yang berjalan kaki, agar terhindar dari kecelakaan di jalan raya.

Dilansir dari The Independent, ada sekitar 19.000 warga Haiti yang melakukan perjalanan, telah mengajukan permohonan suaka atau status pengungsi di Meksiko sepanjang tahun ini. Mereka tidak diperbolehkan keluar dari negara bagian tempat mengajukan permohonan tersebut.

3. AS akan pulangkan warga Haiti secara bertahap

Lembah sungai Rio Grande di Texas, AS, berbatasan dengan negara bagian Tamaulipas, Meksiko. Tempat itu adalah salah satu koridor tersibuk untuk penyeberangan ilegal.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana terjadi pembengkakan jumlah warga Haiti yang berada di lokasi tersebut, tapi banyak di antaranya telah berada di kota kecil Del Rio yang dekat dengan Rio Grande dalam beberapa waktu.

Menurut Associated Press, Edgar Rodriguez, pengacara untuk tempat penampungan migran Casa del Migrante di Piedras Negras, utara Del Rio, melihat peningkatan orang Haiti di daerah itu, dua atau tiga minggu lalu dan percaya bahwa informasi yang salah mungkin telah berperan.

Tapi karena aliran para pencari suaka yang dengan cepat meningkat, pemerintah AS telah menutup jalan yang menghubungkan dengan Meksiko. Menurut pejabat AS yang menjelaskan dengan syarat anonim, pemerintahan Joe Biden merencanakan pemulangan besar-besaran pencari suaka Haiti mulai hari Minggu.

Warga Haiti yang berada di sekitar jembatan penyeberangan Texas-Tamaulipas, akan dipulangkan secara bertahap. Rincian tentang hal tersebut belum diketahui, tapi akan melibatkan lima hingga delapan penerbangan dalam sehari. Kota San Antonio, kota besar terdekat, mungkin termasuk di antara kota-kota keberangkatan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Washington mulai mengirim kembali anggota kelompok ini pada hari Minggu (19/9) waktu setempat, dengan tiga penerbangan penuh warga negara Haiti mendarat di ibu kota Haiti, Port-au-Prince setelah lepas landas dari Texas beberapa jam sebelumnya.

Migran Haiti lainnya yang dipulangkan, Garry Momplaisir, yang menghabiskan lima hari di fasilitas yang sama, mengatakan bahwa mereka yang ditahan di sana terpaksa tidur di lantai beton di bawah terpal plastik tipis.