Pemerintah India Melibatkan Militer Untuk Mengamankan Covid

Pemerintah India Melibatkan Militer Untuk Mengamankan Covid

Pemerintah India Melibatkan Militer Untuk Mengamankan Covid – Militer adalah angkatan bersenjata dari suatu negara dan segala sesuatu yang berhubungan dengan angkatan bersenjata. Situasi pandemi virus COVID-19 yang kian runyam di India membuat militer harus turun tangan. Dilansir Reuters pada Selasa (27/4/2021), Perdana Menteri Narendra Modi resmi melibatkan angkatan bersenjata untuk meredakan kengerian amuk gelombang kedua.

Kata lain yang sangat erat dengan militer adalah militerisme, yang artinya kurang lebih perilaku tegas, kaku, agresif dan otoriter “seperti militer”. Padahal pelakunya bisa saja seorang pemimpin sipil. Saat bertemu dengan PM Modi, Kepada Staf Pertahanan Angkatan Bersenjata India yakni Jenderal Bipin Rawat mengatakan bahwa pasokan oksigen cadangan militer akan segera disalurkan ke sejumlah rumah sakit yang sangat membutuhkan.

Selain itu, sejumlah fasilitas medis milik militer bakal menerima pasien warga sipil yang tidak tertampung lantaran kapasitas rumah sakit sudah penuh. Adapula yang didirikan langsung Dilansir dari Daftar Slot Live22 di sejumlah wilayah.

1. Angkatan Udara dan Angkatan Laut rutin menyalurkan oksigen selama sepekan terakhir

Pihak militer sebenarnya sudah turun tangan meredakan krisis. India Today melaporkan bahwa pesawat Angkatan Udara terbang bolak-balik selama sepekan terakhir mengirim peralatan medis, termasuk mobil tangki oksigen. Adapun kapal Angkatan Laut dikirim ke Kepulauan Lakshadweep, barat daya India, untuk mengantar persediaan oksigen.

Sejumlah personel korps medis aktif telah diutus sebagai tenaga medis tambahan di fasilitas perawatan khusus COVID-19 milik militer yang didirikan di beberapa kota. Antara lain Delhi, Varanasi dan Lucknow. Perawat militer aktif juga dikerahkan dalam jumlah besar sebagai pendamping para dokter yang bertugas di rumah sakit.

Jenderal Rawat turut mengonfirmasi bahwa semua anggota korps medis yang sudah pensiun selama dua tahun terakhir kembali dipanggil bertugas di fasilitas medis terdekat dari tempat tinggal mereka.

2. Oksigen bantuan negara lain sangat diperlukan dalam menangani pasien COVID-19

Kelangkaan oksigen jadi salah satu masalah terbesar, seiring meroketnya jumlah pasien yang harus ditangani. Belum lagi berbicara fakta bahwa daya tampung rumah sakit kian mendekati batas maksimal. Dalam keadaan serba terbatas, para tenaga kesehatan terpaksa membagi tabung oksigen.

“Selama tujuh hari, kebanyakan dari kami tidak bisa tidur. Karena kelangkaan, kami terpaksa menggunakan satu silinder untuk dua pasien. Ini proses yang memakan waktu karena kami tidak punya selang panjang,” ujar Kepala Administrasi Medis Indian Spinal Injuries Centre di Delhi, Dr. K. Preetham, kepada Reuters.

“Saat ini rumah sakit sedang rutin memohon untuk meminjam (persediaan oksigen) dan itu adalah situasi krisis yang ekstrim,” papar juru bicara Rumah Sakit Sir Ganga Ram di New Delhi, ibu kota India.

3. Organisasi Kesehatan Dunia WHO juga akan mengirim bantuan medis ke India

Angka kasus harian COVID-19 tetap berada di atas 300 ribu untuk hari ketujuh secara berturut-turut. Jumlah kematian pun terus menanjak. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengaku prihatin dengan situasi terkini negara terpadat kedua di dunia itu.

“Situasi di India sangat memilukan,” ujarnya pada Senin kemarin (26/4/2021), seperti dikutip dari Channel News Asia. “WHO akan melakukan segala yang kami bisa, menyediakan peralatan dan pasokan penting,” lanjut akademisi asal Eritrea tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Tedris mengatakan bahwa pihaknya segera mengirim bantuan berupa ribuan konsentrator oksigen, unit-unit rumah sakit bergerak serta peralatan laboratorium ke India.