Pemerintah Larang Makan di Tempat Hajatan Agar Hindari Covid

Pemerintah Larang Makan di Tempat Hajatan Agar Hindari Covid

Pemerintah Larang Makan di Tempat Hajatan Agar Hindari Covid – Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kewenangan untuk mengatur komunitas di wilayah tertentu, yang umumnya adalah negara. Pemerintah melarang adanya hidangan makanan atau prasmanan di setiap acara yang digelar masyarakat.

Jumlah tamu juga dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas. Dalam definisi asosiatifnya yang luas, pemerintah umumnya terdiri atas lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

“Tidak ada hidangan makan di tempat. Artinya makan ataupun hajat itu juga dibawa pulang,” Dilansir dari Apk IDN Poker kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi seperti disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (21/6/2021).

1. Tempat wisata di zona merah ditutup sementara
Cegah Penularan COVID-19, Pemerintah Larang Makan di Tempat Hajatan  (Libur Nasional dan Cuti bersama dimanfaatkan warga Jakarta untuk bertamasya ke Ancol dan hingga Kamis (29/10) pukul 14.00 WIB pengunjung Ancol mencapai 23.000 orang) ANTARA FOTO/ Reno Esnir
“Terkait dengan penebalan atau penguatan PPKM Mikro. Arahan Bapak Presiden tadi untuk melakukan penyesuaian diri akan berlaku mulai besok tanggal 22 sampai 5 Juli 2 minggu ke depan,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam jumpa pers seperti disiarkan di YouTube, Senin (21/6/2021).

Pemerintah juga menutup sementara tempat wisata dan area publik lainnya di zona merah. Hal itu dilakukan guna mengurangi penyebaran COVID-19.

“Kemudian zona lainnya diizinkan dibuka paling banyak 25 persen, dengan pengaturan dari Pemda. Dan ini dengan beberapa protokol kesehatan yang lebih ketat,” ujar Airlangga.

2. Kegiatan seminar di zona merah dilakukan secara daring
Tempat Wisata Ditutup, Rapat dan Seminar Wajib Daring di Zona Merah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah memutuskan untuk melakukan pengetatan dalam pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro selama dua minggu mendatang. Dimulai tanggal 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Salah satu yang diperketat adalah kegiatan di area publik ini fasilitas umum, taman umum, tempat wisata dan area publik. Dimana jika berada di zona merah maka ditutup sementara sampai dinyatakan aman. Sementara di zona lainnya dibatasi maksimal 25% dari kapasitas dari yang sebelumnya maksimal 50%.

Airlangga juga menyampaikan kegiatan seminar di zona merah harus dilakukan secara daring. Sementara, di zona lain, kapasitas seminar hanya 25 persen.

“Jadi kegiatan rapat maupun seminar ini juga maksimal 25 persen dari kapasitas,” ujar Airlangga.

3. Tempat seni budaya ditutup sementara
Cegah Penularan COVID-19, Pemerintah Larang Makan di Tempat Hajatan  

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menyanpaikan bahwa kegiayan seni budaya akan ditiadakan sementara.

“Kegiatan seni budaya sosial kemasyarakatan ini, lokasi seni dan sosial budaya yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan untuk di zona merah ditutup sampai dinyatakan aman,” katanya.