Pemerintah Menegaskan Perbuatan bantu Palestina dari Israel

Pemerintah Menegaskan Perbuatan bantu Palestina dari Israel

Pemerintah Menegaskan Perbuatan bantu Palestina dari Israel – Pemerintah Indonesia merupakan pemerintah yang mengatur Indonesia, sebuah negara berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republik dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer. Pemerintah Indonesia menegaskan posisinya untuk selalu mendampingi Palestina dalam konfliknya dengan Israel.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (disingkat Kemlu RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan luar negeri negara. Kementerian Luar Negeri dipimpin oleh seorang Menteri Luar Negeri. Menurut Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Bagus Hendraning Kobarsyih, Presiden Jokowi telah menyampaikan serangkaian pernyataan dan sikap yang mendukung Palestina untuk bisa merdeka dari Israel.

Presiden adalah suatu nama jabatan yang digunakan untuk pimpinan suatu organisasi, perusahaan, perguruan tinggi, atau negara. Presiden mengeluarkan pernyataaan yang mengutuk pengusiran warga Palestina dari Sheikh Jarrah dan mendesak Dewan Keamanan PBB Dilansir dari Fafaslot Deposit Pulsa untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel.

1. Sikap Presiden Jokowi dalam merespons konflik Palestina-Israel

Lebih lanjut Bagus menambahkan, Jokowi juga telah menjalin komunikasi dengan banyak pimpinan negara lainnya seperti Turki, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Bersama dengan Malaysia dan Brunei, Jokowi membuat joint statement atau ungkapan bersama yang intinya mengutuk tindakan Israel terhadap warga Palestina.

Adapun, pernyataan tersebut disampaikan Jokowi melalui akun Twitter resminya @jokowi, pada Minggu (16/5/2021) malam.

“Kami mengutuk dalam istilah terkuat pelanggaran dan serangan terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang bertujuan warga sipil di seluruh wilayah pendudukan Palestina, khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza,” tulis pernyataan bersama tersebut.

Pemimpin tiga negara itu juga prihatin dengan perluasan permukiman ilegal Israel, serta penghancuran dan penyitaan bangunan milik Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

“Kami juga mengutuk pelanggaran hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel, melalui tindakan tidak manusiawi, kebijakan kolonial dan apartheid terhadap orang-orang Palestina di wilayah pendudukan Palestina, dan sebagainya,” tulis pernyataan tersebut.

2. Menlu Retno Marsudi menelepon menteri luar negeri negara-negara lain

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga tak tinggal diam untuk bisa bertindak membantu Palestina keluar dari cengkeraman zionis Israel.

“Menlu sudah banyak telepon ke menteri luar negeri negara lain termasuk menlu negara kunci seperti Palestina, Malaysia, Brunei, Mesir, Yordania, Turki, Arab Saudi, Qatar, Tunisia, Vietnam, Norwegia, Inggris, dan The High Representative of the Union for Foreign Affairs and Security Policy (HR/VP),” jelas Bagus.

3. Retno menuntut adanya perwujudan persatuan bangsa Palestina
(Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menlu Palestina Riad Malki) Kementerian Luar Negeri

Selain melakukan panggilan telepon ke sejumlah menteri luar negeri negara lain, Retno juga menyampaikan kelakuannya dalam sidang tingkat menteri negara-negara yang terkumpul dalam Organisasi Kerja sama Islam alias OKI.

Dalam salah satu pernyataannya, Retno meminta agar sejumlah faksi yang ada di Palestina bersatu untuk kepentingan bersama agar terlepas dari Israel.

“Menlu menyerukan persatuan negara-negara OKI dan persatuan di kalangan internal pemangku kepentingan di Palestina. Tanpa persatuan maka perjuangan mendukung Palestina akan sangat sulit di negara-negara OKI. Perbedaan faksi dan pendapat sementara dihilangkan dulu dan dialihkan untuk menghentikan kekerasan dan konflik di Palestina,” terang Bagus.