Pemerintah Upayakan Ketersediaan Obat Untuk Pasien COVID

Pemerintah Upayakan Ketersediaan Obat Untuk Pasien COVID

Pemerintah Upayakan Ketersediaan Obat Untuk Pasien COVID – Pemerintah mengupayakan ketersediaan obat-obatan cukup selama masa PPKM darurat. Saat ini Kementerian Kesehatan tengah mengupayakan pemenuhan obat di tempat-tempat yang persediaan obatnya kosong.

Dedy mengungkapkan, Pemerintah juga memastikan kemudahan seperti penyediaan mekanisme special access scheme (SAS) yang akan disiapkan segera oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memudahkan akses terhadap obat tersebut.

Pemerintah masih terus mengupayakan ketersediaan obat-obatan untuk pasien apk idn poker COVID-19. Kendati, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada tiga jenis obat yang ketersediaannya langka sehingga masih diburu pemerintah.

1. Pemerintah akan impor obat yang mirip Actemra dari Amerika Serikat
Indonesia Kekurangan Remdesivir-Actemra untuk Pasien Covid-19

Budi menerangkan terdapat tiga obat yang hingga kini stoknya menipis, yaitu Remdesivir dari India, Gammaraas, dan Actemra. Untuk Actemra, Budi menyebut pemerintah akan mengambil alternatif lain yakni mengimpor obat yang mirip dengan Actemra. Obat tersebut akan diimpor dari Amerika Serikat.

“Karena kebetulan AS saat gelombang pertama dan kedua punya stok obat yang cukup banyak. Mudah-murahan dalam waktu dekat kita bisa membawa ke Indonesia obat alternatif yang mirip dengan Actemra,” ujar Menkes.

2. Pemerintah impor Remdesivir dari India, Pakistan, dan Tiongkok
Penuhi Stok Obat COVID-19, Pemerintah Impor 3 Obat Ini 

Sementara, untuk mengejar kebutuhan Remdesivir, pemerintah akan mengimpor dari India, Pakistan, dan Tiongkok. Budi menyampaikan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi tengah melobi agar India mau membuka kembali pintu ekspornya.

“Itu sekarang solusinya kita sudah negosiasi dengan Ibu Menlu dibantu agar India bisa buka kembali keran ekspornya, dan sudah mulai masuk 50 ribu vial minggu ini dan berharap 50 ribu per minggu,” tutur Menkes.

3. Menlu akan lobi Tiongkok untuk menambah suplai obat Gammaraas
Menlu Retno Pimpin Sidang DK PBB Secara Virtual | Republika Online

Sedangkan untuk Gammaraas, pemerintah akan mendatangkan dari Tiongkok sebanyak 30 ribu vial. Namun, jumlah tersebut ternyata belum memenuhi kebutuhan, sehingga Menteri Luar Negeri akan melobi Tiongkok lagi.

“Kita juga cari obat yang namanya Gammaraas itu merek dagang dari kategori obat yang dikenal dengan grup IV IG ada di China, kita juga butuh cukup banyak dan sekarang kita sudah bisa mendatangkan 30 ribu vial, tapi kita butuh lebih banyak,” kata Budi.

Karena itu, Koordinator PPKM Darurat yakni Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah minta Kementerian Perindustrian untuk segera merealisasikan ketersediaan oksigen dan menemukan solusi terbaik bagi permasalahan produksi oksigen, iso tank dan tabung oksigen.

Kemenperin juga diminta untuk menyiapkan tiga kapal untuk memastikan ketersediaan liquid oksigen, bagi yang dapat dipenuhi melalui pasokan industri lokal maupun dengan cara impor.