Pemimpin Partai Opisisi CxL Memilih Keluar Dari Nikaragua

Pemimpin Partai Opisisi CxL Memilih Keluar Dari Nikaragua

Pemimpin Partai Opisisi CxL Memilih Keluar Dari Nikaragua – Pihak berwenang Nikaragua menahan seorang mantan ratu kecantikan yang mencalonkan diri untuk mengikuti pemilihan presiden pada November mendatang. Pemerintah Presiden Daniel Ortega tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri tindakan keras terhadap oposisi.

Selama berbulan-bulan, pemerintah Ortega telah menahan lawan politik, termasuk calon presiden, menjelang pemilihan. Mantan milisi Marxis yang bertolakbelakang dengan Washington ini akan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat berturut-turut. Kepala Partai Ciudadanos por la Libertad (CxL), Carmella Rogers atau Kitty Monterrey pada Selasa (10/8/2021) telah melarikan diri ke Kosta Rika.

Kepala oposisi tersebut memutuskan untuk pergi dari Nikaragua lantaran menghindari penahanan  yang kemungkinan akan dilakukan pemerintahan idn poker ios Daniel Ortega kepadanya. Sebelumnya Pemerintah Nikaragua juga sudah mencabut izin Partai CxL yang menjadi salah satu partai oposisi utama di negara Amerika Tengah tersebut. Kasus ini diupayakan untuk memuluskan jalan Daniel Ortega dalam memenangkan pemilu mendatang.

1. Carmella Rogers khawatir menjadi target penahanan selanjutnya
Pemimpin Oposisi Nikaragua Melarikan Diri ke Kosta Rika

Pada Selasa (10/8/2021) kepala oposisi Nikaragua dari Partai Ciudadanos por la Libertad (CxL) mengatakan sudah pergi ke Kosta Rika lantaran khawatirnya akan menjadi sasaran penahanan lain. Setelah dalam dua bulan terakhir sudah ada puluhan pemimpin oposisi yang ditahan oleh pemerintahan Daniel Ortega.

Dikutip dari France24, menurut keterangannya dalam televisi Kosta Rika, Carmella María Rogers Amburn atau yang dikenal dengan nama Kitty Monterrey mengatakan, “Tidak ada satupun orang yang aman sekarang di Nikaragua. Ini tidak masuk akal, mereka akan menjebloskanku dalam penjara atau mereka akan mendeportasiku.”

Perempuan berusia 71 tahun itu mengatakan, “Saya sudah bersembunyi sejak Jumat lalu. Saya juga mencari cara untuk keluar dari masalah ini secara berkala dan berusaha pergi ke sini dengan aman. Itu sangat sulit dan saya lelah, tapi akhirnya saya bisa ke sini.”

2. Pemerintah Nikaragua menganulir paspor Carmella María Rogers Amburn

Sebelum perginya Kitty Monterrey ke Kosta Rika, Pemerintah Nikaragua melalui Menteri Dalam Negeri María Amelia Coronel Kinloch telah menganulir paspor miliknya sejak Minggu (8/8/2021). Tindakan ini menyusul dicabutnya kekuatan politik partai CxL di Nikaragua dan tidak dapat mengikuti pemilu November mendatang.

Menurut Mendagri Nikaragua menjelaskan bahwa pihaknya menganulir paspor pemimpin partai politik itu lantaran juga tercatat memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat. Bahkan ia mengatakan bahwa ia sudah mencatatkan 198 perjalanan tapi hanya sebagian kecil yang menggunakan paspor Nikaragua.

Di samping jarang digunakan, paspor milik Rogers Amburn dianulir sebelum berakhir masa berlakuya karena terdapat kesalahan. Sementara kesalahannya terletak pada registrasinya sebagai warga Nikaragua pada 7 Juni 2005 yang dibuat di Konsulat Nikaragua di San Francisco, California, AS.

Diketahui politisi itu 16 tahun lalu sudah meregistrasikan secara tidak benar dengan nama Carmelia Marie Kitty Monterrey yang tidak sama dengan nama aslinya yakni Carmella Maria Rogers Amburn. Maka mulai saat ini, ia hanyalah warga negara Amerika Serikat, dikutip dari laman DW.

3. Imigran Nikaragua di Kosta Rika terus mengalami kenaikan
Pemimpin Oposisi Nikaragua Melarikan Diri ke Kosta Rika

Terjadinya masalah krisis politik di Nikaragua belakangan ini, berdampak pada tingginya angka pencari suaka di Kosta Rika. Bahkan jumlah pencari suaka dari Nikaragua terus meningkat akhir-akhir ini, sejak terjadinya kerusuhan besar di negara Amerika Tengah tersebut pada April 2018 lalu.

Otoritas Imigrasi Kosta Rika mencatatkan sebanyak 5.379 orang asal Nikaragua sudah mendaftar untuk mendapatkan suaka pada bulan Juli. Bahkan jumlah ini diketahui naik tiga kali lipat dibanding bulan Mei lalu. Maka dari itu sejak 2018 lalu, sekitar 80 ribu warga Nikaragua sudah melarikan diri ke Kosta Rika.

Aliansi Warga untuk Liberty (ACXL), Berenice Quezada yang merupakan Miss Nikaragua pada 2017, ditahan di rumahnya pada Selasa (3/8) malam dan ditempatkan di bawah tahanan rumah. “Quezada … berada di bawah tahanan rumah tanpa akses ke telepon, dengan pembatasan migrasi dan dilarang mencalonkan diri untuk jabatan publik,” ujar partai tersebut.

Dan Aliansi Warga mendaftarkan Quezada untuk menjadi pasangan Oscar Sobalvarro pada Senin (2/8). Dia merupakan seorang pengusaha dan mantan komandan pemberontak sayap kanan untuk Contras, kelompok gerilya yang didukung Amerika Serikat yang memerangi pemerintah Sandinista Ortega pada 1980-an.