Presiden AS Kecam Gelombang Baru Penindasan Para Pemilih

Presiden AS Kecam Gelombang Baru Penindasan Para Pemilih

Presiden AS Kecam Gelombang Baru Penindasan Para Pemilih – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendorong Undang-undang Hak Suara segera dibahas dalam Kongres AS. Namun keinginan Joe Biden tidak berjalan mulus karena mayoritas Senat dari Partai Republik menolak usulan ini.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyerukan kepada apk idn poker Kongres pada hari Sabtu, 17 Juli 2021, waktu setempat untuk meloloskan undang-undang yang melindungi hak memilih. Hal ini menandai peringatan pertama kematian seorang anggota Kongres kulit hitam, John Lewis. Bagaimana awal ceritanya?

1. Presiden AS juga mengecam gelombang baru penindasan terhadap para pemilih
Biden Serukan Kongres Loloskan UU yang Lindungi Hak Pilih

Dilansir dariĀ Aljazeera.com, Biden telah memperbarui seruannya kepada Kongres untuk meloloskan undang-undang yang akan melindungi hak untuk memilih untuk menghormati pemimpin hak-hak sipil dan anggota lama Kongres, John Lewis, yang meninggal pada tahun 2020 lalu.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, 17 Juli 2021, waktu setempat yang menandai peringatan pertama kematian Lewis, Biden mengatakan sangat penting untuk melanjutkan alasan yang membuat John bersedia memberikan hidupnya untuk melindungi hak suci memilih.

Menurutnya, tidak sejak Gerakan Hak-Hak Sipil tahun 1950an dan 1960an melihat serangan tanpa henti terhadap hak suara dan integritas Pemilu Amerika Serikat. Pernyataan tersebut merujuk pada klaim palsu oleh pendahulunya, Donald Trump, bahwa Pemilu Presiden Amerika Serika 2020 lalu dirusak oleh meluasnya Pemilu sebagai contoh.

Dia juga mengecam gelombang baru penindasan terhadap para pemilih, sebuah referensi ke banyak undang-undang negara bagian yang bertujuan untuk membatasi akses ke pemungutan suara serta yang menurut para kritikus akan secara tidak proporsional merugikan kulit hitam dan pemilih kulit berwarna lainnya.

Undang-undang kontroversial sedang diperdebatkan di negara bagian seperti Texas dan diterapkan oleh anggota parlemen Partai Republik di negara bagian lain, termasuk Arizona, Florida, dan Georgia.

2. Pusat Keadilan Brennan di New York University mengatakan 17 negara bagian telah memberlakukan 28 undang-undang baru mengenai Pemilu
Biden Serukan Kongres Loloskan UU yang Lindungi Hak Pilih

Pusat Keadilan Brennan di New York University, yang melacak undang-undang mengenai penindasan pemilih di seluruh Amerika Serikat, mengatakan di situs webnya bahwa 17 negara bagian telah memberlakukan 28 undang-undang baru yang membatasi akses ke pemungutan suara pada tanggal 21 Juni 2021 lalu.

Biden dalam pernyataannya ia sekali lagi meminta Kongres untuk mengesahkan Undang-Undang Untuk Rakyat dan Undang-Undang Kemajuan Hak Voting John Lewis sehingga ia dapat menandatanganinya menjadi undang-undang. Partai Demokrat mendorong Undang-Undang Untuk Rakyat, sebuah undang-undang pemungutan suara dan pemilihan federal yang luas, tetapi Senat dari Partai Republik telah bersatu untuk memblokirnya, dengan mengatakan itu melanggar kemampuan negara bagian untuk melakukan Pemilu.

Sebagian besar Partai Republik juga telah menolak Undang-Undang Kemajuan Hak Voting John Lewis, yang akan memulihkan bagian dari Undang-Undang Hak Voting yang dilemahkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, menggambarkan sosok John Lewis sebagai “pahlawan Amerika”. Harris mengatakan bahwa Lewis berjuang tanpa lelah untuk cita-cita tertinggi Amerika Serikat, kebebasan dan keadilan untuk semua, serta untuk hak setiap orang Amerika untuk membuat suara mereka didengar di kotak suara.

3. Lewis meninggal pada tanggal 18 Juli 2020 lalu karena kanker pankreas
Biden Serukan Kongres Loloskan UU yang Lindungi Hak Pilih

Pria bernama lengkap John Robert Lewis, seorang pembela hak-hak sipil untuk Afrika-Amerika dan anggota parlemen lama Amerika Serikat, telah meninggal dunia pada usia 80 tahun. Anggota Kongres Veteran itu meninggal setelah berjuang selama setahun dengan penyakit kanker pankreas stadium lanjut yang dideritanya.

Lewis sendiri menjadi terkenal sebagai pemimpin gerakan hak-hak sipil Amerika modern pada tahun 1950an dan 1960an. Gerakan hak-hak sipil membawa Lewis ke dunia politik, di mana dia terpilih menjadi anggot Dewan Kota Atlanta pada tahun 1981 lalu dan menjadi anggota Kongres Amerika Serikat pada tahun 1986 lalu, yang menyebut kemenangan terakhir sebagai kehormatan seumur hidup.

Lewis menjabat selama 17 periode di DPR Amerika Serikat dari Distrik ke-5 Georgia. Sebelum meninggal, Lewis mendukung Biden dalam nominasi Partai Demokrat menjadi Calon Presiden Amerika Serikat pada bulan April 2020 lalu. Ia mengatakan pada saat itu bahwa ia tidak dapat berdiam diri dan melihat Presiden Trump membatalkan kemajuan yang telah diperjuangkan dengan keras.

Biden dan kelompok hak-hak sipil menentang UU Pembatasan Pemungutan Suara ini. Menurut para kritikus, pembatasan ini menyasar para pemilih kulit hitam, hispanik, dan pemilih muda di mana mereka semua merupakan lumbung suara Partai Demokrat.
Partai Republik menerapkan UU Pembatasan Pemungutan Suara dengan dalih memerangi kecurangan dalam Pemilu sebagaimana yang sering dilontarkan oleh Donald Trump. Padahal, para pakar di AS mengatakan fenomena kecurangan Pemilu di AS jarang terjadi.