Puluhan Orang Tewas Setelah Minum Miras Oplosan di Rusia

Puluhan Orang Tewas Setelah Minum Miras Oplosan di Rusia

Puluhan Orang Tewas Setelah Minum Miras Oplosan di Rusia – Minuman keras (disingkat miras), minuman suling, atau spirit adalah minuman beralkohol yang mengandung etanol yang dihasilkan dari penyulingan (yaitu, berkonsentrasi lewat distilasi) etanol diproduksi dengan cara fermentasi biji-bijian, buah, atau sayuran. Contoh minuman keras adalah arak, vodka, gin,  baijiu, tequila, rum, wiski, brendi, dan soju.

Pemerintah wilayah Orenburg, Rusia, yang berdekatan dengan Kazakhstan, mengatakan puluhan orang tewas setelah minum minuman keras. Korban meninggal awalnya berjumlah 24 orang. Tapi kemudian bertambah menjadi 34 orang. Puluhan lainnya telah dilaporkan mengalami gejala keracunan alokohol. Beberapa di antara mereka dirawat di rumah sakit. Bahkan ada yang koma dan akhirnya meninggal dunia.

Laporan kematian akibat keracunan alkohol itu terjadi pada 7 Oktober 2021. Gubernur Orenburg yang bernama Denis Pasler, segera mengumumkan kontrol skala besar pada penjualan minuman beralkohol dan meluncurkan pengejaran terhadap para oknum yang dianggap bertanggung jawab atas kematian warganya. Menurut Deutsche Welle, sejauh ini sudah ada enam penangkapan.

1. Total korban keracunan miras oplosan sebanyak 67 orang

Dalam perkembangan kasus keracunan miras oplosan di Orenburg, sejauh ini sudah dilakukan sebanyak 10 penangkapan terkait orang-orang yang diduga bertanggung jawab atas produksi dan distribusi.

Menurut pernyataan pemerintah Orenburg, “ada 67 korban alkohol yang diketahui di wilayah tersebut, 34 di antaranya telah meninggal.” Tujuh dari korban yang dirawat di rumah sakit berada dalam kondisi buruk. Empat orang di antaranya harus menggunakan ventilator.

Kepolisian setempat telah menyita sebanyak 2.000 botol miras oplosan yang mengandung metanol beracun.

Alkohol yang meracuni puluhan orang itu diproduksi secara lokal. Orang Rusia sendiri telah lama memiliki reputasi sebagai peminum alkohol terberat di dunia. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, telah ada penurunan konsumsi.

2. Setengah dari mereka yang tewas belum sempat mendapatkan perawatan medis
34 Orang Rusia Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan

Dari puluhan para korban keracunan alkohol di Orenburg yang mendapatkan perawatan medis, media Rusia Tass mengutip pernyataan pemerintah bahwa “dua puluh empat orang berada di rumah sakit, dengan 11 di antaranya dalam kondisi memuaskan, enam akan dikeluarkan (dari rumah sakit), tujuh dalam kondisi serius dan empat terhubung ke ventilator. Sembilan orang menerima rawatan rawat jalan.”

Menteri kesehatan wilayah setempat yang bernama Tatiana Savinova menjelaskan bahwa separuh dari mereka yang meninggal akibat keracunan alkohol itu belum sempat mendapatkan bantuan medis.

Selain itu, 94 persen dari mereka yang sempat di bawah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan, meninggal selama 24 jam pertama. Serta, 38 persen korban memiliki metanol dalam darah mereka.

Metanol adalah metil alkohol. Dia berbeda dengan etanol yang biasa digunakan dalam minuman beralkohol untuk dikonsumsi. Metanol biasa digunakan dalam industri, atau yang biasa disebut oleh awam sebagai spiritus. Metanol lebih mudah menguap, lebih mudah terbakar dan beracun.

3. Pihak berwenang Rusia tawarkan makanan untuk mengganti alkoholPihak berwenang Rusia tawarkan makanan untuk mengganti alkohol

Menanggapi puluhan orang yang keracunan minuman alkohol oplosan itu, pihak berwenang di wilayah Orenburg segera memberikan pengumuman pada hari Minggu. Mereka menawarkan penukaran alkohol dengan bahan makanan.

Dilansir dari The Moscow Times, karena jumlah alkohol beracun yang sudah dijual tidak diketahui, pihak berwenang menawarkan bahan makanan sebagai pengganti “minuman beralkohol dengan kualitas yang meragukan.”

Bahan makanan yang akan menjadi pengganti itu memiliki harga berkali lipat lebih tinggi.

Tragedi keracunan minuman beralkohol di Rusia sudah pernah terjadi pada tahun 2016 lalu di Irkutsk, Siberia. Minuman itu juga mengandung metanol yang beracun. Korban meninggal saat itu sebanyak 77 orang, jauh lebih tinggi dari korban di Orenburg saat ini.

Di Indonesia, definisi “minuman keras” dan “minuman beralkohol” tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga juga meliputi minuman fermentasi yang tidak disuling seperti bir, tuak, anggur, dan cider. Contoh dalam RUU Anti Miras yang telah dibuat sejak tahun 2013.

Istilah “hard liquor” (juga berarti “minuman keras”) digunakan di Amerika Utara dan India untuk membedakan minuman suling dari yang tidak disuling (jauh lebih rendah kadar alkoholnya).

Minuman keras yang populer antara lain arak, brendi, brendi buah (juga dikenal sebagai eau-de-vie atau schnapps), gin, rum, tequila, vodka, dan wiski. Dalam perundang-undangan di Indonesia, minuman beralkohol dengan kadar di atas 20 persen masuk ke dalam minuman beralkohol golongan C. Namun tidak disebutkan secara gamblang bahwa minuman beralkohol golongan C adalah miras.