Seorang Pria Asal Alabama Meninggal Karena Alasan Non COVID

Seorang Pria Asal Alabama Meninggal Karena Alasan Non COVID

Seorang Pria Asal Alabama Meninggal Karena Alasan Non COVID – Persatuan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) menyebut, saat ini hanya 20 persen pasien non-Covid-19 yang melakukan perawatan kembali ke Rumah Sakit.

Menurut Sekjen Persi Lia G Partakusuma, ada kecenderungan masyarakat takut tertular Covid-19 jika melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Seorang pria asal Alabama, Amerika Serikat, meninggal dunia pada awal September 2021 lalu.

Setelah ditolak sebanyak lebih dari 40 rumah sakit karena alasan non COVID-19. Dan serangan jantung menjadi penyebab ia meninggal. Keluarga pria itu menyarankan agar seluruh warga untuk ikut menjalani program vaksinasi.

1. Sebelum meninggal, pihak keluarga telah menemukan rumah sakit yang jaraknya sejauh 322 km

Dilansir dariĀ Independent.co.uk, pria Alabama bernama Ray Martin DeMonia, yang meninggal pada (1/9/2021) lalu, meninggal setelah ditolak lebih dari 40 rumah sakit karena ruang ICU mereka penuh dengan pasien COVID-19.

Keluarga pria itu mengatakan DeMonia menderita serangan jantung pada akhir Agustus 2021 lalu serta mereka menghubungi 43 rumah sakit di tiga negara bagian tetapi tidak dapat menemukan satu pun ruang ICU yang tersedia.

Mereka akhirnya menemukan ruang ICU di Rumah Sakit Rush Foundation di Meridian, Mississippi, yang jaraknya lebih dari 322 kam dari rumahnya di Alabama, Amerika Serikat.

Putrinya bernama Raven DeMonia pada Minggu (12/9/2021) waktu setempat bahwa itu mengejukan ketika pihak keluarga diberitahu bahwa lusinan ruang ICU tidak dapat merawat ayahnya.

Kini, keluarga DeMonia mendesak mereka yang tetap tidak divaksinasi untuk mengikuti program vaksinasi dalam membantu rumah sakit yang telah didorong ke batas kemampuan mereka serta berjuang untuk mengobati keadaan darurat yang tidak terkait dengan COVID-19.

Juru bicara Cullman Regional Medical Center, Jennifer Malone, mengkonfirmasi bahwa Ray Martin DeMonia adalah pasien dalam perawatannya dan dipindahkan ke fasilitas yang berbeda serta menolak untuk menawarkan secara spesifik situasinya dengan alasan privasi.

Kasus DeMonia muncul ketika rumah sakit di Alabama bergulat dengan kurangnya sumber daya ICU di tengah lonjakan kasus serta banyak dari mereka yang tidak divaksinasi.

Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat Alabama, Scott Harris, mengatakan pada Jumat (10/9/2021) lalu bahwa sementara peningkatan rawat inap di negara bagian itu tampaknya telah stabil, masih ada lebih banyak pasien yang membutuhkan perawatan ICU dibandingkan tempat tidur yang tersedia.

2. Pria itu sempat mengalami stroke di awal-awal pandemi

Pria itu sempat menderita stroke pada April 2020 lalu selama hari-hari awal pandemi COVID-19, tetapi dapat menemukan perawatan saat itu dalam waktu 3 jam di rumah sakit Birmingham yang ketika itu bebas COVID-19.

Dia meneleponnya dari ranjang rumah sakit dan terdengar seperti dirinya yang normal. DeMonia akhirnya ikut vaksinasi dan berharap situasi pandemi saat ini akan membaik sehingga bisa kembali ke pertunjukan dan pelelangan barang antik secara langsung.

Pada tanggal (23/8/2021) malam waktu setempat, DeMonia mengalami gangguan jantung dan dibawa ke Cullman Regional. Keesokan paginya, sekitar 12 jam setelah dirawat, putrinya mengatakan bahwa ibunya mendapat telepon yang mengatakan bahwa staf rumah sakit mencoba menghubungi 43 rumah sakit tanpa hasil untuk memberinya satu ruangan ICU khusus jantung.

Malone mengatakan situasi yang dialami oleh DeMonia telah menjadi masalah berkelanjutan yang dilaporkan oleh dokter di Cullman Regional dan rumah sakit di seluruh negara bagian.

Keluarga DeMonia melakukan perjalanan bolak balik dari Alabama ke Mississippi selama beberapa pekan, di mana rumah sakit Meridian memberikan perawatan luar biasa kepada DeMonia.

Putrinya berharap kisah ayahnya ini akan menjadi peringatan lain bagi orang-orang bahwa mereka tidak harus mengalami apa yang dialami oleh keluarganya.

3. Baru 40 persen warga Alabama yang sudah divaksinasi penuh sampai saat ini
Ditolak RS karena Non COVID-19, Pria Alabama Meninggal

Pada Minggu waktu setempat, hampir 2.800 orang di negara bagian itu dirawat di rumah sakit dengan penyakit COVID-19, termasuk 768 orang di ruang ICU.

Hanya 40 persen warga Alabama yang sepenuhnya divaksinasi terhadap COVID-19 dan negara bagian ini memiliki tingkat vaksinasi terendah keempat di antara semua negara bagian di AS.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Alabama memiliki salah satu tingkat kasus COVID-19 baru tertinggi di AS dengan sekitar 541 per 100 ribu orang yang dites positif terkena COVID-19 dalam 7 hari terakhir.

CDC mengatakan dalam periode itu, sebanyak 259 orang meninggal. Presiden AS, Joe Biden, juga akan mengumumkan langkah-langkah baru untuk memperlambat penyebaran COVID-19 sebelum Majelis Umum PBB bertemu dan Sidang Majelis Umum berikutnya dibuka pada Selasa (14/9/2021) ini.

Jumlah kasus COVID-19 di Alabama, AS, hingga hari Minggu (12/9/2021) waktu setempat mencapai angka sebanyak 747.606 kasus.

Begitu juga dengan jumlah kasus di AS hingga hari yang sama mencapai 41.853.362 kasus dengan rincian 677.988 kasus berakhir meninggal dunia serta 31.871.868 kasus berakhir sembuh.

Tak hanya itu, AS juga mengalami penambahan kasus baru di tanggal yang sama mencapai 35.450 kasus baru dan 251 kasus berakhir meninggal dunia.

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia menciptakan kedaruratan di banyak hal. Mulai dari pasokan tabung oksigen yang terhambat hingga tak sedikit pasien yang tak bisa diterima di rumah sakit menjadi cerita yang sulit dilupakan. Hal itu tidak terlepas dari jumlah permintaan perawatan yang tiba-tiba melonjak dan di sisi lain fasilitas kesehatan yang tersedia tidak cukup menampung mereka semua.

Tragisnya, ada juga peristiwa “penolakan pasien” yang berujung pada kematian. Tengok saja pengalaman Wulan, warga Kebayoran Baru, yang harus kehilangan kakaknya, di susul kehilangan Ibunya empat hari kemudian.