Tiongkok Akan Mengirim Bantuan Senilai $6Juta ke Myanmar

Tiongkok Akan Mengirim Bantuan Senilai $6Juta ke Myanmar

Tiongkok Akan Mengirim Bantuan Senilai $6Juta ke Myanmar -Tiongkok  akan mentransfer sekitar US$ 6 juta (atau sekitar Rp 86,6 miliar) kepada pemerintah Myanmar untuk mendanai 21 proyek pembangunan, kata kementerian luar negeri Myanmar. Pendanaan itu merupakan tanda kerja sama antara Tiongkok dan Myanmar yang dilanjutkan di bawah junta militer yang menggulingkan pemerintah sipil terpilih pada 1 Februari.

Tidak seperti negara-negara Barat yang mengecam junta karena menekan demokrasi dan membunuh serta memenjarakan lawan-lawan politiknya, Tiongkok telah mengambil sikap yang lebih lunak terhadap junta Myanmar. Tiongkok mengatakan, prioritasnya adalah stabilitas dan tidak mencampuri urusan negara tetangganya.

Tidak seperti negara-negara Barat yang mengutuk junta karena menorehkan noktah hitam demokrasi dengan menyerang idn poker ios masyarakat sipil hingga memenjarakan rival politik, Tiongkok menegaskan posisinya untuk memprioritaskan stabilitas dan melihat kudeta sebagai isu domestik yang bisa diselesaikan dengan mekanisme kawasan.

1. Bantuan dari Tiongkok menyulut kritik dari anti-junta
Tiongkok Akan Danai 21 Proyek Junta Myanmar Senilai Rp86 Miliar

Lebih lanjut, Kemlu Myanmar memaparkan, dana yang ditransfer akan digunakan untuk mendanai proyek dalam kerangka kerja sama Mekong-Lancang. Hal itu meliputi bidang vaksin hewan, budaya, pertanian, sains, pariwisata, dan penanganan bencana.

Kesepakatan antara kedua negara ditandatangani pada Senin (9/8/2021), mewakili pihak Beijing adalah Duta Besar Tiongkok untuk Myanmar.

Keputusan Tiongkok dikritik oleh para penentang junta, yang mengecam Negeri Tirai Bambu karena mulai terang-terangan menyatakan dukungannya kepada rezim militer. Kendati begitu, Beijing membantah tuduhan seperti itu dan mengatakan bahwa mereka mendukung diplomasi regional Asia Tenggara untuk mengakhiri krisis.

2. Amerika juga memberi bantuan senilai Rp720 miliar
Tiongkok Akan Danai 21 Proyek Junta Myanmar Senilai Rp86 Miliar

Amerika Serikat  pada Selasa (10/8/2021) juga memberi bantuan kepada Myanmar senilai 50 juta dolar AS atau sekitar Rp720 miliar. Bantuan itu ditujukan untuk penanganan COVID-19 yang memperburuk krisis kemanusiaan di Myanmar, terlebih setelah tenaga medis menolak bekerja sebagai bentuk protes terhadap rezim militer.

“Pendanaan AS akan membantu mereka yang terpaksa melarikan diri dari kekerasan dan penganiayaan. Setelah kudeta, orang-orang dari Burma terus meninggalkan rumah mereka karena kekerasan yang sedang berlangsung,” demikian keterangan Departemen Luar Negeri AS.

“Kelompok-kelompok bantuan juga akan menyediakan layanan perawatan kesehatan, selain kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan air,” tambahnya.

3. PBB khawatir junta akan segera bubarkan Partai NLD
Tiongkok Akan Danai 21 Proyek Junta Myanmar Senilai Rp86 Miliar

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti upaya Min Aung Hlaing untuk memperkuat cengkeraman kekuasaannya di Myanmar. Belum cukup junta menetapkan Suu Kyi sebagai tersangka, bulan lalu junta juga menganulir hasil pemilu November 2020.

Min Aung kemudian mendaulat dirinya sebagai perdana menteri hingga Myanmar menggelar pemilu, yang rencananya diadakan pada 2023. PBB juga khawatir dalam waktu dekat junta akan membubarkan Partai Liga Nasional Demokrasi (NLD).

“Saya khawatir kita akan segera mendengar juga bahwa Partai NLD dibubarkan. Ini adalah upaya untuk mempromosikan legitimasi terhadap kurangnya tindakan internasional yang diambil,” kata Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, Selasa (10/8/2021).

Sebuah pernyataan kementerian luar negeri Myanmar menyebutkan dana itu akan ditransfer dari Tiongkok untuk proyek-proyek dalam kerangka Kerja Sama Mekong-Lancang. Kemlu Myanmar mengatakan, pendanaan itu termasuk untuk proyek vaksin hewan, budaya, pertanian, sains, pariwisata dan pencegahan bencana.

Sebuah kesepakatan ditandatangani pada Senin dengan duta besar Tiongkok untuk Myanmar, kata pernyataan dari Kemlu Myanmar. Laman Facebook kedutaan Tiongkok juga mengonfirmasi tentang penandatanganan kesepakatan tersebut.