Walikota Paris Terpilih Jadi Capres Dalam Pemilu Tahun Depan

Walikota Paris Terpilih Jadi Capres Dalam Pemilu Tahun Depan

Walikota Paris Terpilih Jadi Capres Dalam Pemilu Tahun Depan – Ana María “Anne” Hidalgo Aleu adalah seorang politikus Prancis-Spanyol yang menjabat sebagai Walikota Paris sejak 2014.

Sebagai anggota Partai Sosialis, ia menjadi wanita pertama yang memegang jabatan tersebut. Wali Kota Paris, Anne Hidalgo sebagai calon presiden untuk Partai Sosialis dalam pemilu tahun depan.

Partai Sosialis menobatkan Hidalgo sebagai kandidat setelah anggota partai melakukan pemungutan suara pada Kamis malam. Wali kota Paris ini mengumumkan rencanannya untuk ikut dalam pemilu presiden pada bulan lalu.

1. Dipilih oleh lebih dari 72 persen anggota Partai Sosialis
Wali Kota Paris Terpilih Sebagai Capres Partai Sosialis

Melansir dari RFI, sekretaris pertama Partai Sosialis Olivier Faure mengatakan Hidalgo terpilih setelah memenangkan lebih dari 72 persen suara anggota partai, dengan lebih dari 90 persen dari total suara dihitung. Pemimpin ibu kota Prancis ini berhasil mengalahkan Stephane Le Foll, yang pernah menjadi menteri pertanian.

Hidalgo setelah terpilih menyampikan dia menempatkan isu-isu lingkungan dan sosial sebagai fokus utamanya. Dia menyampaikan keinginannya untuk menurunkan pajak bahan bakar dan meningkatkan daya beli.

Perempuan berusia 62 tahun ini telah menjabat sebagai wali kota Paris sejak 2014, terpilih kembali dalam pemilu tahun lalu, dia telah menghadapi berbagai serangan teror, kebakaran besar di katedral Notre-Dame, dan peristiwa besar lainnya di Paris.

Dia dikenal sebagai pejabat yang memperjuangkan penanganan perubahan iklim. Salah satu tindakan Hidalgo yang akan diingat warga Paris adalah perubahan signifikan yang dilakukan untuk membatasi kendaraan bermotor di beberapa bagian Paris. Wali kota ini telah menggandakan jalur sepeda di Paris Sejak 2015 dan juga telah menerapkan batas kecepatan 30 kilometer per jam di seluruh kota.

Hidalgo telah menghadapi kritik atas manajemen keuangannya yang buruk di kota Paris, hutang ibu kota Prancis itu telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak dia menjabat.

2. Pencalonan diharapkan dapat meningkatkan popularitas Partai Sosialis
Wali Kota Paris Terpilih Sebagai Capres Partai Sosialis

Melansir dari Euro News, tantangan yang dihadapi Hidalgo dalam pencalonannya adalah saat ini dia hanya dipandangang sebagai politisi di wilayah Paris, yang berarti perlu meningkatkan popularitasnnya agar lebih dikenal di seluruh Prancis. Tantangan lainnya adalah untuk meningkatkan popularitas Partai Sosialis.

Partai yang mengusung Hidalgo ini telah kehilangan popularitasnya setelah anggota partai, yaitu Francois Hollande menjabat sebagai presiden pada 2012 hingga 2017. Penurunan dukungan ini dipandang karena serangkaian kebijakan Hollande semasa menjabat, dia dikritik keras untuk kebijakan reformasi sistem pensiun, yang memicu protes selama berminggu-minggu di Prancis.

Turunnya dukungan untuk Hollande membuat dia tidak mencalonkan diri dalam pemilu 2017, menjadi presiden Prancis pertama yang tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.

3. Hasil survei menunjukkan Hidalgo masih kalah bersaing

Melansir dari DW, terpilihnya Hidalgo sebagai calon presiden membuatnya menjadi wanita kedua yang ikut serta dalam pemilu tahun depan. Kandidat lainnya adalah Marine Le Pen pimpinan partai oposisi sayap kanan Reli Nasional, yang dianggap bersama Presiden Macron sebagai kandidat terdepan, Macron belum mengkonfirmasi pencalonnanya, tapi diperkirakan akan mencari periode selanjutnya.

Dukungan untuk Hidalgo saat ini di masih rendah dalam survei terbaru yang dirilis hari Kamis menunjukkan dia tertinggal jauh dalam perlombaan. Hasil survei menunjukkan hanya 4-7 persen pemilih yang akan memilihnya.

Banyak anggota Partai Hijau, yang juga juga berhaluan kiri, berharap Hidalgo tidak akan maju dan memberikan dukungan untuk kandidat mereka, Yannick Jadot, untuk menghindari perpecahan suara sayap kiri.

Namun, Hidalgo tampaknya tidak akan membatalkan niatnya untuk mencalonkan diri. Manajer kampanyenya Johanna Rolland menyampaikan Hidalgo telah bertekad untuk maju. Ana María “Anne” Hidalgo Aleu adalah seorang politikus Perancis Spanyol-yang telah menjabat sebagai Walikota Paris sejak 2014. Seorang anggota Partai Sosialis (PS), ia adalah perempuan pertama yang menjabat.

Hidalgo menjabat sebagai Wakil Walikota Pertama Paris di bawah Walikota Bertrand Delanoë (2001–2014), setelah memegang gelar Penasihat Paris sejak pemilihan kota tahun 2001. Dia terpilih menjadi walikota pada tahun 2014 setelah Delanoë mengumumkan bahwa dia tidak akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.

Istilah pertamanya sebagai Walikota Paris ditandai dengan Januari 2015 Charlie Hebdo shooting dan Serangan Paris November 2015 , termasuk teater Bataclan pembantaian yang ia menyaksikan setelah tangan pertama.

Dalam pemilihan kota 2001 , ia memimpin daftar Partai Sosialis (PS) di arondisemen ke-15 Paris, yang memenangkan 26,5% suara di putaran pertama; pada putaran kedua kemudian ditempatkan di belakang daftar berkumpul di sekitar douard Balladur dan Walikota René Galy-Dejean. Dia bergabung dengan Dewan Paris dan diangkat sebagai Wakil Walikota Pertama Paris.

Pada Juni 2002, ia menjadi kandidat dalam pemilihan legislatif di arondisemen ke – 12 Paris , memenangkan 29,6% suara di putaran pertama, tetapi Balladur terpilih dengan 54,2% suara. Pada bulan Maret 2004, ia terpilih untuk Dewan Daerah dari Île-de-France pada daftar yang dipimpin oleh Jean-Paul Huchon .