Warga Aceh Dilarang Gelar Pesta Karena Masuk Zona Merah

Warga Aceh Dilarang Gelar Pesta Karena Masuk Zona Merah

Warga Aceh Dilarang Gelar Pesta Karena Masuk Zona Merah – Jumlah zona merah corona di Indonesia meningkat kembali. Masyarakat harus meningkatkan kedisplinan menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona penyebab Covid-19. Zona merah corona adalah daerah berisiko tinggi penularan virus corona penyebab Covid-19.

Satgas Covid-19 memperbarui data zona penularan virus corona, dari zona merah, zona hijau, dan zona oranye setiap minggu. Tingginya kasus COVID-19 di Kota Banda Aceh usai lebaran membuat ibu kota Provinsi Aceh kembali ditetapkan sebagai zona merah.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Said Fauzan meminta Aplikasi Poker77 semua pihak meningkatkan kewaspadaan karena penyebaran virus tersebut.

1. Warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Banda Aceh capai 4.729 orang
Zona Merah, Warga Banda Aceh Dilarang Gelar Pesta 

Berdasarkan situs resmi Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, tercatat hingga Selasa (8/6/2021) total warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4.729 orang.

Dari total tersebut, 4.133 orang dinyatakan sembuh dan 483 orang masih menjalani perawatan dan 133 orang meninggal dunia.

2. Status Zona Merah, warga dilarang gelar pesta pernikahan dan sunatan
Zona Merah, Warga Banda Aceh Dilarang Gelar Pesta 

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh, meminta kepada para camat untuk menunda sementara segala bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Aturan yang ditandatangani Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Rizal Abdillah, atas nama Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Banda Aceh tertuang dalam surat bernomor 360/044/2021 tertanggal 8 Juni 2021.

Kerumunan yang dimaksud seperti dalam aturan tersebut, di antaranya menyelenggarakan pesta perkawinan, sunatan dan kenduri.

“Sehubungan dengan status Kota Banda Aceh saat ini masuk dalam kategori zona merah, maka untuk mencegah penyebaran dan memutus mata rantai COVID-19, dimintakan kepada saudara (camat) untuk menunda segala bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan dalam wilayah saudara,” kata Rizal dalam suratnya.

“Kegiatan masyarakat dapat dilaksanakan kembali apabila Kota Banda Aceh sudah keluar dari zona merah,” ujarnya.

3. Tempat usaha di Banda Aceh disegel karena langgar protokol kesehatan
Zona Merah, Warga Banda Aceh Dilarang Gelar Pesta 

Secara terpisah, Kepala Biro Ops Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Agus Sarjito mengatakan, pihaknya menutup tiga tempat usaha di Banda Aceh.

Penutupan yang dilakukan pada Selasa (8/6/2021) malam itu dikarena melanggar Peraturan Walikota Banda Aceh.

“Saat digelar kegiatan itu, petugas menyegel tiga tempat usaha di Banda Aceh karena melanggar Peraturan Walikota Banda Aceh,” kata Agus, Rabu (9/6/2021).

Tiga tempat usaha yang disegel di Banda Aceh dalam kegiatan itu, masing-masing Warkop Mie Bang Bus Lamlagang, Warkop Ngoh Lob Kupi Lamlagang dan Jus Ketofy Simpang Lhong Raya.

Per 27 April 2021, zona merah corona mencapai 19 kabupaten/kota. Pulau Jawa masih bebas dari zona merah corona, tapi sebagian besar berada di zona oranye corona. Sedangkan penyumbang terbesar zona merah corona berasal dari Pulau Sumatra. Terutama di Provinsi Riau yang kini terdapat 4 daerah berstatus zona merah corona.