Warga Afghanistan Memilih Mengungsi Sejak Taliban Berkuasa

Warga Afghanistan Memilih Mengungsi Sejak Taliban Berkuasa

Warga Afghanistan Memilih Mengungsi Sejak Taliban Berkuasa – Jakarta, CNN Indonesia — Seorang pejabat NATO mengatakan sekitar 12 ribu warga negara asing dan warga lokal yang bekerja untuk kedutaan besar dan kelompok internasional telah dievakuasi dari Afghanistan sejak gerilyawan Taliban menduduki ibu kota Kabul.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan Taliban tidak lagi mengizinkan warga Afghanistan mengakses bandara Kabul dan meninggalkan negara itu. Dia beralasan hal itu demi keamanan warga, terkait kekacauan situasi di bandara. Di sisi lain, dia menyayangkan pihak Amerika Serikat yang terus mengundang orang ke bandara untuk naik pesawat.

Sekitar 50 ribu orang asing dan warga Afghanistan telah meninggalkan negara itu melalui apk idn poker bandara Kabul sebagai satu-satunya akses keluar. Warga berbondong-bondong memilih mengungsi sejak Taliban merebut kekuasaan 9 hari lalu.

1. Perempuan tidak dilarang bekerja
Taliban Larang Warga Afganistan Mengungsi!

Taliban mengatakan bahwa perempuan tidak dilarang untuk berpergian dan bekerja. Taliban mengklaim bahwa para pekerja perempuan belum diberhentikan dari pekerjaan mereka dan gaji mereka akan dibayar.

“Saat ini untuk kebaikan mereka dan mencegah perlakuan buruk, wanita harus tinggal di rumah untuk saat ini,” kata Zabihullah.

Taliban mengatakan pihak berwenang sedang mencoba untuk membuat prosedur sehingga perempuan dapat kembali bekerja.

2. Warga negara asing diminta tinggalkan Afghanistan paling lambat 31 Agustus
Taliban Larang Warga Afganistan Mengungsi!

Dalam konferensi pers tersebut, Zabihullah juga mengatakan bahwa Taliban tidak akan memperpanjang batas waktu untuk evakuasi warga negara asing dari Afghanistan.

Sebelumnya Taliban telah menetapkan batas waktu itu hingga 31 Agustus. Dia menambahkan ada cukup waktu untuk mengeluarkan warga negara asing sebelum batas waktu tersebut.

3. Taliban jamin warga Afghanistan bisa kembali bekerja
Taliban Larang Warga Afganistan Mengungsi!

Poin lain dalam konferensi tersebut, Taliban menyatakan bahwa media seperti stasiun TV dan radio di Afghanistan sekarang beroperasi kembali. Begitu pula layanan publik seperti rumah sakit, sekolah, universitas, dan pemerintah daerah.

Dia mengatakan kedutaan asing telah dijamin keamanannya. Taliban juga mendesak pihak kedutaan untuk tidak menutup atau menghentikan pekerjaan mereka.

Pejabat NATO dan Taliban mengatakan terdapat 12 orang yang tewas di dalam dan sekitar bandara. Taliban membawa senjata di sekitar bandara dan mendesak warga yang tak memiliki dokumen perjalanan untuk pulang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah juga telah mengevakuasi 26 warga negara Indonesia dari Afghanistan di tengah peningkatan ketidakpastian setelah Taliban menduduki Istana Kepresidenan.