Warga Meksiko Ingin Keadilan Bagi Korban Kecelakaan Metro

Warga Meksiko Ingin Keadilan Bagi Korban Kecelakaan Metro

Warga Meksiko Ingin Keadilan Bagi Korban Kecelakaan Metro – Ambruknya jembatan layang dalam kecelakaan kereta metro Meksiko yang menewaskan 25 orang, bisa jadi karena kerusakan pada balok baja atau engselnya, kata para pakar kepada AFP. Wali Kota Mexico City Claudia Sheinbaum setelah kecelakaan pada Senin (3/5/2021) menyatakan, balok yang menahan bagian jalur layang lepas.

Perusahaan teknik Norwegia, DNV, telah diminta untuk membantu jaksa dalam penyelidikan bencana tersebut, yang memicu tuduhan kelalaian dan tuntutan keadilan dari para keluarga korban. Ratusan warga berkumpul di lokasi kejadian untuk mengenang korban peristiwa kecelakaan metro jalur 12 di Kota Meksiko.

Selain untuk mengenang para korban, warga juga melakukan demonstrasi damai menuntut keadilan bagi para Club388 Indonesia korban serta keluarganya.  Sebelumnya insiden kecelakaan metro di Kota Meksiko terjadi pada hari Senin (03/05/2021) lalu dan menyebabkan tewasnya 26 orang penumpang dan menyebabkan puluhan penumpang terluka.

1. Warga gelar demo tuntut keadilan korban kecelakaan metro

Pada hari Jumat (07/05/2021) ratusan warga Tláhuac berkumpul di bekas lokasi kejadian kecelakaan metro jalur 12 di Kota Meksiko. Warga berkumpul untuk mememberikan belasungkawa terhadap korban sekaligus melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut keadilan bagi seluruh korban beserta keluarganya.

Melansir dari La Tercera, demonstran bermula dari arah yang berbeda dan dituntun oleh kelompok pesepeda. Kemudian para demonstran memberikan penghormatan kepada korban dengan menaruh karangan bunga dan lilin tepat pada lokasi kejadian.

Kecelakaan ini disebut sebagai insiden paling serius sejak dibukanya transportasi massal metro di Kota Meksiko pada 1969 lalu. Bahkan insiden ini juga disebut sebagai bencana terbesar di Kota Meksiko sejak gempa bumi tahun 2017 lalu.

2. Terdapat dua demonstrasi di Kota Meksiko
Meksiko: Warga Tuntut Keadilan Bagi Korban Kecelakaan Metro

Melansir dari Infobae, sebelumnya warga tidak diperbolehkan untuk masuk dalam lokasi kejadian hingga petugas akhirnya memperbolehkan. Mereka meneriakkan slogan yang berbunyi, “Ini bukan sebuah kecelakaan, ini adalah pengabaian.”

Demonstran mayoritas berasal dari Tláhuac, yang mana merupakan salah satu area pinggiran termiskin di area metropolitan Kota Meksiko. Mereka meminta otoritas Kota Meksiko untuk melakukan tindakan hukum seberat-beratnya kepada seluruh pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan ini.

Di samping itu, pada hari yang sama kelompok feminis juga melangsungkan aksi perusakan pada Metro jalur 2, 8 dan 9, setelah polisi melarang mereka masuk. Kemudian mereka melangsungkan aksi demonstrasi damai di Monumen Revolusi yang berlokasi di Zocalo.

3. Adanya indikasi retaknya jembatan akibat gempa bumi tahun 2017

Berdasarkan survei dari Kabinet Komunikasi Strategis menunjukkan bahwa sebanyak 82,7 persen warga Meksiko menganggap kejadian kecelakaan kereta bawah tanah ini karena pengabaian dari otoritas. Warga Meksiko menuding struktur rangka jembatan sudah rusak akibat guncangan gempa bumi di ibukota Meksiko pada 19 September 2017 lalu.

Sementara seorang senator dari partai sayap kiri PRD yang sebelumnya menjadi walikota Meksiko periode 2012-2018 dituding harus bertanggung jawab atas kejadian ini lantaran memperbolehkan beroperasinya jalur 12 ini meski sempat ditunda akibat kesalahan konstruksi. Di sisi lain, walikota Meksiko saat ini, Claudia Sheinbaum juga dikritisi lantaran dituduh lalai dalam perawatan, dilaporkan dari France24.

Tragedi kecelakaan kereta perkotaan terjadi pada Senin malam akibat robohnya jembatan layang antara stasiun Olivos dan Tezonco di sebelah tenggara ibukota Meksiko. Insiden ini menyebabkan jatuhnya kereta dan penumpang terjebak dalam gerbong kereta yang membentuk huruf “V”, dikutip dari DW.